Ekonomi

Jokowi Tambah Utang Rp 24,5 Triliun

Utang ini harus dilunasi selama 15 tahun.

Reporter: Lina Tina I Editor: Abi Kurniawan

TIMUR MEDIA – Hanya kurun waktu dua minggu, Pemerintah Indonesia menarik utang luar negeri dalam jumlah sangat besar. Total utang baru Indonesia bertambah sebesar lebih dari Rp 24,5 triliun.

Utang baru itu termasuk kategori pinjaman bilateral. Rincian utang luar negeri itu berasal dari Australia sebesar Rp 15,45 triliun dan utang bilateral dari Jerman sebesar Rp 9,1 triliun.

Pemerintah beralasan, penarikan utang baru dari Jerman dan Australia dilakukan untuk mendukung pelbagai kegiatan penanggulangan pandemi Covid-19.

Pemerintah Indonesia mendapat pinjaman dari Pemerintah Australia dengan nilai mencapai 1,5 miliar dollar Australia. Angka ini setara dengan Rp 15,45 triliun dengan kurs Rp 10.300 per dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pinjaman dari Pemerintah Australia menajdi dukungan yang memberi ruang bari pemerintah melakukan manufer kebijakan penanganan pandemi.

Sekaligus mengurangi risiko beban fiskal lantaran keuangan negara dihadapkan pada defisit yang kian melebar, yakni di kisaran 6,34 persen hingga akhir tahun.

“Yang terpenting keberlanjutan fiskal,” ujarnya. Ia menjelaskan, pinjaman itu harus dilunasi kembali kepada Pemerintah Australia dalam jangka waktu 15 tahun.

Selain ke Jerman, Pemerintah juga meminta pada Jerman. Pemerintah setempat melalui Kedutaan Besar Republik Federal Jerman mengumumkan penandatanganan kesepakatan utang senilai 550 juta Euro. Pemerintahan Jokowi resmi mengikat pinjaman bilateral yang besarannya setara dengan Rp 9,1 triliun.

Perjanjian itu ditandatangani secara terpisah di kantor Bank Pembangunan Jerman (KfW) di Frankurt, Jerman dan di Kementerian Keuangan, Jakarta.

“Perjanjian pinjaman senilai 550 juta Euro telah ditandatangani secara terpisah di kantor Bank Pembangunan Jerman KfW di Frankfurt dan di Kementerian Keuangan di Jakarta, menyesuaikan kondisi pandemi,” tulis Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia di akun Twitter resmi Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia dikutip pada Sabtu 21 November 2020.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button