Nasional

Jelang Wafat, Kiai Ayip Masih Pikirkan Umat

Timur Media

KH Ayip Abdullah Abbas. (dok)

Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Innalilahi Wa Innalilahi Raji’un. Berita duka datang dari Buntet Pesantren. KH Ayip Abbas bin KH Abdullah Abbas Buntet wafat, dini hari ini.

Kiai Ayip adalah cucu KH Abbas yang masyhur dalam peristiwa perang revolusi 10 November 1945. Beliau juga masih keturunan dari Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Meski memiliki nama besar, almarhum tetap menjadi ulama yang dikenal tawadhu’. Bahkan tidak pernah sekalipun membanggakan nasabnya.

“Yang penting mah nasib,” ujar Kiai Ayip, dalam beberapa kali candaannya. Almarhum meninggal dunia di rumah duka pada Sabtu 7 Maret 2020, dini hari.

Salah satu orang terdekatnya, Ustadz Ajat, mengisahkan, sebelum meninggal dunia banyak jamaah di rumah Kiai Ayip untuk menghelat shalawatan. Shalawatan ini rutin dihelat di rumahnya saban malam Sabtu.

Namun karena para santrinya tidak tega melihat kondisi Kiai Ayip yang sudah lemah, beliau tidak memimpin shalawatan malam itu. Kendati demikian, tetap ikut bersama beberapa jamaah lain yang menjaganya di lantai atas.

Kiai Ayip, menurut Ajat, kondisinya sudah lemah sejak pulang umrah.

“Sewaktu umrah pun beliau memimpin sholawatan di Makkah bersama jamaahnya. Sehari sebelum pulang ketika di Madinah sudah merasakan keluhan sakit dan tidak masuk makan nasi sampai akhir hayatnya,” kisah Ustadz Ajat, dalam percakapan elektroniknya, Sabtu pagi.

“Sebelum meninggal, beliau menyebut ummat ya Allah, ummat ya Allah…,” ujar Ustadz Ajat.

Diduga, Kiai Ayip telah menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Kampung Dukuh, Desa Padabeunghatlr, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jabar.

Baca Juga: Kiai Ayip Abbas Tutup Usia

Namun untuk memastikan, Kiai Ayip dibawa ke rumah sakit. “Ane pangku kepala beliau sampai ke RS Hasna Medika,” ujar Ustadz Ajat. Almarhum akhirnya dipastikan meninggal di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika Palimanan Cirebon.

Ustadz Ajat, melanjutkan. “Sambil memangku kepala beliau ke RS, saya pun masih antara percaya tidak percaya demikian adanya.” Kiai Ayip akan dimakamkan di Buntet Cirebon pada Sabtu, pukul 10.00 WIB.

Semasa hidupnya, Kiai Ayip memiliki doa yang paling disukai. Doa ini berasal dari sumber yang tersanad, tertulis dalam kitab Nashâihul ‘Ibâd, maha karya Syekh Nawawi al-Bantani.

اللّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ  اللّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّد ‎اللّهُمَّ سَلّمِ أُمَّةَ مُحَمَّد.  اللّهُمَّ انصُرُ أُمَّةَ مُحَمَّد ‎اللّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ اللّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ  مُحَمَّدٍ  ‎و َلِجَمِيعِ مَنْ آٰمَنَ بِك  

Ya Allah, peliharalah (kami) umat Muhammad

Ya Allah, Kasihanilah (kami) Umat Muhammad

Ya Allah, berkatilah (kami) umat Muhammad

Ya Allah, tolonglah (kami) umat Muhammad

Ya Allah, lapangkanlah (kami) umat Muhammad

Ya Allah, Ampunilah (kami) umat Muhammad Dan untuk semua yang beriman pada-Mu.

Banyak ilmu yang beliau berikan pada santrinya maupun umat secara umum. Hal yang paling ditekankannya adalah tentang akhlak.

Beliau juga seringkali berpesan agar umat ini cinta dan rutin shalawatan serta mengasihi anak-anak yatim. Terutama anak yatim yang terdekat.

Allahumaghfirlahu, warhamhu, wa’afihi wa’fuanhu. Al Fatihah…

Selamat jalan pengayom umat.

Most Popular

To Top