Mozaik

Jalan Tol Manggar Malapetaka di Jumat Pagi

Oleh: Ickur (Ketua LAKPESDAM NU Balikpapan)

Ini hari kali kedua hujan turun di Jumat pagi, Jumat pekan lalu hujan juga turun dengan deras. Saat seperti inilah masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Tol Manggar kebagian malapetaka dan imbas buruk dari proyek raksasa ini. Buangan air hujan yang mengalir deras dari proyek jalan tol yang belum selesai itu berkumpul, membesar, bercampur lumpur dan akhirnya menggenangi daerah sekitar yang memang posisinya jauh lebih rendah dari badan jalan tol.

Bertahun-tahun masyarakat sekitar mengadu, memprotes bahkan meluapkan amarah, tapi hasilnya sama, mendapat tanggapan seadanya dari pihak pelaksana proyek. Tetap saja setiap hujan turun, banjir dan genangan lumpur menjadi pemandangan yang tersaji di depan mata.

Dari awal masyarakat sudah memprediksi dengan melihat konstruk drainase Jalan Tol yang naik turun bergelombang mengikuti kondisi tanah plus buruknya kondisi drainase yang dijadikan saluran pembuangan air yang mengalir dari rumah warga.

Akses jalan satu-satunya untuk keluar masuk dari perumahan panji dan patok merah tertutup oleh lumpur yang menggenangi seluruh badan jalan. Anak-anak yang bersekolah di PAUD dan MI Miftahul Ulum Manggar terpaksa mengurungkan niat untuk bersekolah setiap kali hujan turun dengan deras.

Lantas bagaimana cara menyelesaikan masalah ini? ke mana lagi harus mengadu? Siapa yang bisa dimintai pertanggung jawaban? *

Manggar, 3 Juli 2020

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button