Pangan

Isu Pangan Marak di Tengah Korona

Report: Ryan I Editor: Danu

TIMUR MEDIA – Kepala Divisi Riset Media Indonesia Indicator, Fanny Yulia Chaniago mengatakan, bahwa ketahanan pangan turut menjadi isu populer selama pandemi korona.

“Isu ketahanan pangan nasional turut menguat dengan adanya pandemi covid-19,” kata Fanny dalam keterangan persnya, Selasa 13 Mei 2020.

Bahkan ia menyatakan jika dalam hasil riset lembaganya, setidaknya ada 60 ribu lebih konten yang diangkat media arus utama terkait sektor ketahanan pangan. “Berdasarkan data kami, terdapat 60.209 artikel di media mainstream yang membahas tentang ketahanan pangan,” ujarnya.

Media massa umumnya membahas upaya pemangku kebijakan menjaga stok dan ketersediaan pangan.

Fanny juga mencatat kehadiran sejumlah pihak yang mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, juga menjadi faktor yang ikut mempengaruhinya.

Narasumber yang dikutip di media tentang isu ini pun beragam. Beberapa kelompok yang turut bersuara adalah pemerintah, pengamat, badan usaha milik negara, dan sebagainya.

Fanny mengatakan, pemerintah terbilang aktif bersuara dalam isu ini. Tercatat 10 figur yang banyak dimintai komentar media massa mengenai ketahanan pangan, seluruhnya berasal dari pemerintah, baik pusat dan daerah.

“Media massa banyak menyoroti arahan Istana pada rapat terbatas 28 April 2020 dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional. Serta menyiasati provinsi-provinsi tertentu yang mengalami defisit pangan,” ungkap Fanny.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menjadi figur yang aktif berbicara tentang ketahanan pangan di media massa. Indonesia Indikator menangkap Syahrul muncul dalam 4.505 berita.

“Pemberitaan yang mengangkat tentang Menteri Pertanian umumnya mengangkat tentang peran dan upaya bersama jajaran Kementerian Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Pernyataan dari Mentan antara lain terkait strategi yang diambil Kementan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, strategi meningkatkan efektivitas distribusi pangan ke daerah, mempercepat musim tanam, pemanfaatan teknologi untuk penunjang informasi pertanian dengan Agriculture War Room, dan lainnya.

Fanny menyebut figur pemerintah lainnya yang sering berbicara Ketahanan Pangan selama pandemi, yaitu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (1.738 berita); Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (1.158 berita); Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi (1.088 berita); Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (875 berita); Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi (837 berita); Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (727 berita); Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto (617 berita); dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani (539 berita).

Indonesia Indikator menghimpun data pemberitaan di media mainstream selama periode 1 April – 10 Mei 2020. Penarikan data dan pengolahannya dilakukan melalui melalui piranti lunak artificial intelligence (AI) yang dikelola oleh Indonesia Indikator.

ISumber: inisiatifnews

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button