Ekonomi

Investasi Syariah untuk Milenial

2019

TimurMedia.com:

Ilustrasi.

Report: Lina | Editor: Tika

TIMUR MEDIA – INVESTASI syariah menjadi produk seksi yang makin dilirik.

Tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah berkeluarga. Generasi milenial seperti mahasiswa pun dapat berinvestasi.

Apalagi, sekarang eranya digitalisasi yang semakin memudahkan proses pembelajaran dan praktik berinvestasi.

Luasnya kesempatan ini mengemuka dalam diskusi Investasi Syariah 4.0 sebagai bagian dari acara Sharia Investment Week di Mainhall Bursa efek Indonesia, belum lama ini.

Presidium Nasional Bidang Kelembagaan Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam, Irsyad Al Ghifari menyebutkan, investasi syariah menjadi cara lebih efektif dalam menjaga agar uang tidak mudah habis.

“Khususnya untuk kalangan milenial yang dikenal sebagai kelompok konsumtif,” ujarnya.

Apalagi, saat ini sudah banyak inovasinya.  Sehingga bisa menarik bagi milenial. Bahkan harganya juga terjangkau.

Ia mengingatkan, kekuatan menyimpan masing-masing orang berbeda. Tapi, apabila hanya mengandalkan menabung, kerap kali uang didapat mudah terpakai.

Misal, tinggal menggesek kartu debit saat hendak berbelanja atau menarik uang dari ATM yang kini sudah tersebar di banyak tempat. ‘Godaan’ ini sering kali membuyarkan rencana menabung.

Berbeda dengan investasi di reksa dana atau saham syariah. Sebab, tidak mudah mencairkan dana di dua platform tersebut.

Setidaknya, dibutuhkan waktu berhari-hari agar uang dari hasil berinvestasi masuk ke rekening kita.

“Ribet, jadi akhirnya kita malas mencairkannya,” ujarnya.

Ia menekankan sebaiknya investasi dilakukan untuk kepentingan jangka panjang. Misalnya bagi mahasiswa yang baru duduk di tingkat satu bisa mulai berinvestasi dengan menyisihkan sedikit uangnya.

Dengan begitu, saat lulus, mereka sudah memiliki modal materi yang dapat disalurkan sesuai kebutuhan usai kuliah.

Ia memberi tips bagi generasi milenial sebelum memulai berinvestasi adalah banyak belajar.

Saat ini, semakin banyak produk investasi yang ditawarkan dengan beragam keunggulan.

“Penguatan literasi dibutuhkan agar kita tidak mudah terjebak dengan saham ‘murahan’ yang dapat merugikan investor di kemudian hari,” ujarnya.

Taj hanya milik swasta, Irsyad menuturkan, produk investasi syariah kini juga gencar ditawarkan pemerintah dalam bentuk sukuk tabungan.

“Melalui instrumen ini, generasi milenial dapat berinvestasi sekaligus membantu program pembangunan yang dijalankan pemerintah.”

|Sumber: Republika

Most Popular

To Top