Politik

Indo Barometer: Kans Menang Neni Besar

Elektabilitas pasangan Neni-Joni jauh melesat meninggalkan rivalnya.

Report: Taufik Hidayat I Editor: Teguh H

TIMUR MEDIA – Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei elektabilitas calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. Hasilnya, warga Bontang menginkan pasangan nomor urut 2 Neni-Joni bisa memimpin Bontang untuk periode mendatang. Pasangan ini diusung mayoritas partai. Sedangkan rivalnya, yakni pasangan Basri-Najirah hanya diusung PDIP dan PKB.

Peneliti Senior Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, menganalisa kans Neni memenangkan Pilkada 2020 sangat besar. Hasil survei, katanya, juga menunjukan jarak antara Neni-Joni dan rivalnya Basri-Najirah terpaut jauh sebesar 24,6 persen.

“Selisih angka yang besar di atas 20 persen. Maka, bisa disimpulkan kemungkinan besar pasangan Neni-Joni akan memenangkan Pilkada di Bontang,” ujar Hadi, dalam konferensi Pers daring, pada Kamis 3 Desember 2020.

Pasangan Neni-Joni memiliki elektabilitas sebesar 53 persen, jauh melesat meninggalkan Basri-Najirah yang hanya 28,4 persen. Pasangan ini unggul dalam penyataan terbuka maupun tertutup.

Survei Indo Barometer menunjukan keinginan warga Bontang agar Neni memimpin kembali. (tangkapan layar)

Hasil survei, sambung Hadi, menunjukan sebanyak 59 persen warga Bontang menginginkan Neni kembali menjadi Wali Kota Bontang untuk periode 2020-2024. Pasangan Neni-Joni unggul di seluruh kategori pendapatan dan pengeluaran pemilih. Pasangan ini juga unggul di mayoritas profesi pemilih, kecuali di sopir atau tukang ojek.

Survei Indo Barometer juga mengungkap, kepuasan terhadap kinerja Neni Moerniaeni sebagai Walikota Bontang mencapai 69.2 persen. Sejumlah alasannya, antara lain, kinerjanya yang terbukti Bagus 38.1 persen, pembangunan dan perbaikan infrastruktur 15.8 persen, program visi dan misi yang berjalan baik 15.8 persen, serta banyak bantuan yang diberikan 10.1 persen.

“Survei ini dilakukan 23-28 November 2020 dengan metode multistage random sampling terhadap 402 responden. Margin of error kurang lebih sebesar 4.88 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen,” papar Hadi. Survei dihelat di seluruh wilayah Bontang yang meliputi tiga kecamatan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan, wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei warga negara Indonesia di Bontang yang telah memiliki hak pilih sesuai aturan yang berlaku, yakni warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah saat survei dilakukan.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button