Ekonomi

IHSG Merosot 10 Persen

Timur Media

ilustrasi. (gi)

Report: Robbi| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Indeks Harga Saham Gabungan akan IHSG merosot di pekan ini. Bahkan amblesnya menembus ke bawah level 5.000.

Aksi jual yang masif membuat IHSG mengalami pekan paling horror sejak tahun 2008. Total sepanjang pekan ini, bursa kebanggaan Indonesia merosot 10,75%, dan menjadi kinerja mingguan terburuk sejak bulan Oktober 2008.

Persentase penurunan ini bisa jadi lebih besar seandainya IHSG gagal rebound pada perdagangan Jumat 13 Maret 2020.

IHSG, seperti dilaporkan CNNIndonesia, mengakhiri perdagangan Jumat dengan menguat 0,24% di level 4.907,571, setelah sebelumnya merosot 5,23% ke 4.639,914. Level ini menhadi yang terendah sejak 24 Februari 2016.

Tak hanya mengalami pekan horor, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan harus mengalami penghentian perdagangan sementara (trading halt) selama 30 menit sebanyak 2 kali di pekan ini akibat merosot lebih dari 5%.

Sesuai kebijakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perdagangan bursa saham akan dihentikan selama 30 menit jika IHSG anjlok 5% atau lebih. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dalam mengurangi fluktuasi tajam di pasar modal.

Sebab IHSG membukukan kinerja mingguan terburuk dalam nyaris 12 tahun terakhir. Pada pekan lalu saham juga tercatat jeblok sebesar tujuh presen.

Menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK, PT Bursa Efek Indonesia mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tekanan kepada Pasar Modal Indonesia.

Upaya yang dilakukan BEI salah satunya menurunkan batas bawah auto reject perdagangan saham dari semula 10% menjadi 7%.

Artinya, bila satu saham mengalami penurunan hingga 7%, sistem perdagangan saham di BEI akan secara otomatis menghentikan perdagangan saham yang bersangkutan.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00025/BEI/03-2020 perihal Perubahan Batasan Auto Rejection, dan Pengumuman PT Bursa Efek Indonesia tentang Saham yang Keluar dari Daftar Saham yang Diperdagangkan pada Sesi Pra-pembukaan.

Most Popular

To Top