Nasional

Hilang Nyawa Jadi Tersangka

Pohan menyebut langkah itu tidak lazim dalam hukum acara pidana.

Report: Ryan I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Bareskrim Polri menetapkan enam anggota laskar Front Pembela Islam yang tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek sebagai tersangka kasus Km 50. Keenam anggota laskar FPI itu diduga melakukan kekerasan.

“Iya jadi tersangka enam orang itu. Di Pasal 170 itu memang sudah kita tetapkan tersangka, sudah ditetapkan tersangka. Itu juga tentu harus diuji, makanya kami ada kirim ke jaksa, biar jaksa teliti,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Andi Rian Djajadi, dilansir Detik, Rabu 3 Maret 2021.

Andi menyebut enam anggota laskar FPI itu bisa ditetapkan sebagai tersangka meski telah meninggal dunia. Ia menilai, nantinya pengadilan yang akan memutuskan. “Bisalah. Kan jadi tersangka dulu baru nanti pengadilan yang putuskan bagaimana ke depan,” jelasnya.

Recananya, berkas akan dilimpahkan ke kejaksaan. “Penghentian kasus  itu bisa di penyidikan, bisa di penuntutan,” ujarnya.

Kepolisian mengatakan langkah menetapkan enam anggota FPI yang meninggal dunia sebagai tersangka dalam kasus insiden KM 50 Jakarta-Cikampek Desember lalu sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum.

Namun pakar hukum dari Universitas Parahyangan Agustinus Pohan menyebut langkah itu tidak lazim dalam hukum acara pidana lantaran memancing munculnya kecurigaan di masyarakat.

Ia menduga upaya penetapan tersangka untuk kemudian akan di-SP3 terhadap enam anggota FPI sebagai bentuk penegasan dan pembenaran bahwa yang dilakukan polisi pada malam itu terhadap enam anggota FPI adalah benar dan memiliki dasar hukum.

“Pertanyannya untuk apa orang meninggal ditetapkan sebagai tersangka? Karena perkaranya tidak bisa dilanjutkan. Jadi artinya ada tujuan lain dari penetapan tersangka itu,” ujarnya, dilaporkan BBC, Kamis 4 Maret 2021. Ia menduga melalui status tersangka, pihak polisi akan mengklaim upaya paksa yang dilakukan pada malam itu adalah satu upaya yang sah.

“Karena mereka para tersangka,” jelasnya. Alasan kedua, lanjut Agustinus, polisi ingin menyampaikan bahwa mereka memiliki bukti para anggota FPI itu bersalah.

“Saya menduga kepolisian ingin meyakinkan publik bahwa mereka yang sudah terbunuh itu adalah orang-orang yang punya indikasi telah melakukan satu tindak pidana, dan polisi punya bukti-bukti, atas dasar itu polisi ingin memberikan penguatan bahwa dengan penetapan tersangka,” ujarnya.

Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto kepada wartawan mengatakan pada Kamis, (04/03) bahwa proses terhadap perbuatan awal kejadian itu tetap diproses.

“Nanti kita SP3 (penghentian penyidikan) karena tersangka meninggal dunia.”

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto memastikan penghentian perkara dugaan kekerasan yang dilakukan enam anggota laskar Front Pembela Islam, FPI. “Ya nanti akan dihentikan,” kata Komjen Agus.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button