Balikpapan

Hal Unik Seputar Angkot di Balikpapan

Angkot aka angkutan kota, menjadi alat transportasi umum di negara ini. Keberadaannya selalu dibutuhkan masyarakat.

Meski gempuran gurita kendaraan, kecanggihan transportasi online, angkot tetap bertahan mewarnai kehidupan kota.

Di Balikpapan, keberadaan moda transportasi ini pun masih menjadi idaman. Terutama bagi pelajar dan warga kelas menengah bawah.

Ada hal unik bila membahas angkot di Kota Minyak ini. Keunikan itu menjadi karakter tersendiri dan membedakannya dengan angkot di kota besar lain. Di antaranya:

  • Penyebutan

Jika di kota lain disebut angkot maka di Balikpapan tidak demikian. Melainkan taksi. Benar, taksi. Kamu tak salah baca. Tetapi berbeda dengan sebutan “taksi” di kota lain.

Di Balikpapan, sebutan taksi yang menggunakan argo sebagai dasar pembayarannya disebut taksi argo.

Sedangkan untuk mengehentikan angkot/taksi, di kota lain berteriak “kiri” atau “pinggir”. Tapi warga Balikpapan berbeda, yakni, menyebut: “stop bos!”.

Angkot di kota lain biasanya memiliki kursi saling berhadapan, sedang di Balikpapan seluruh kursinya menghadap ke depan.

  • Tata Letak Kursi

Boleh jadi karena alasan itulah disebut “taksi” bukan “angkot” oleh warga Balikpapan.

  • Tanpa Nama Jalan

Bisa dibilang warga Balikpapan lebih familiar dengan menyebut nama daerah suatu tempat sebagai tujuannya daripada nama jalan, sehingga banyak warga Balikpapan yg tidak hafal dengan nama jalan.

Jika kita perhatikan rute trayek angkot / taksi Balikpapan, tak ada nama jalan. Tetapi hanya nama suatu tempat/daerah. Satu-satunya nama jalan hanya jalan Minyak, meski nama sebenarnya adalah Jalan Yos Sudarso. Tetap saja warga Balikpapan lebih akrab dengan menyebutnya jalan minyak.

  • Tersedia Tempat Sampah

Memiliki predikat sebagai kota terbersih membuat Balikpapan terus mempertahan kebersihan. Sehingga semua kendaraan roda empat di Balikpapan wajib memiliki tempat sampah dalam kendaraan, termasuk angkot. Jadi para penumpang tidak akan membuang sampah sembarangan.

Sesuai Request

Ini yang menarik. Kalau angkot di daerah lain, berhentinya di pinggir jalan. Tapi di Balikpapan, penumpang bisa request, bisa meminta sopir untuk masuk ke dalam perumahan atau kompleks. Bahkan sampai depan rumah. Asyik bukan?

Request itu biasanya bisa dipenuhi bila penumpang sepi atau bila masih ada, ditanyakan dulu kesediaan pada penumpang lain untuk mengantarkan penumpang yang minta request terkait. Unik ya?

Penulis: Maya
Editor: Miftah

Most Popular

To Top