Bencana Alam

Gunung Semeru Meletus

Report: Ryan I Editor: Maya

TIMUR MEDIA – Gunung Semeru di Jawa Timur meletus, pada Sabtu 4 Desember 2021 sore yang membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri dari awan panas erupsi. Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) meletus yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal hingga dua kecamatan terpantau gelap gulita di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu sore.

Dikutip melalui akun Twitter @DaryonoBMKG, Koordinator Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono turut membagikan sejumlah video kejadian erupsi tersebut di videonya berikut ini.

Gunung Semeru di Jawa Timur hari ini erupsi  yang disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal hingga dua kecamatan terpantau gelap gulita di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Detik-detik erupsi Gunung Semeru terekam dalam video amatir milik warga yang kemudian menjadi viral di media sosial. “Stay safe yg di lereng semeru dan skitarnya,” demikian tulis salah satu akun Twitter yang mengunggah video erupsi Gunung Semeru. Video berdurasi 18 detik tersebut telah 562 kali dibagikan dan 900 kali disukai oleh warganet di Twitter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyimpulkan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru dinilai masih pada level II atau waspada. Masyarakat di sekitar lokasi rawan diminta segera mengungsi.

“Pengamatan visual menunjukkan pemunculan guguran dan awan panas guguran diakibatkan oleh ketidakstabilan endapan lidah lava,” kata Koordinator Kelompok Mitigasi Gunung Api Badan Geologi PVMBG Kristianto dalam rilis yang diterima di Lumajang, Sabtu 4 Desember 2021.

Menurutnya aktivitas yang terjadi pada tanggal 1 dan 4 Desember merupakan aktivitas permukaan atau erupsi sekunder dan dari kegempaan tidak menunjukkan adanya kenaikan jumlah dan jenis gempa yang berasosiasi dengan suplai magma/batuan segar ke permukaan.

“Jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 hingga 30 November 2021 didominasi gempa-gempa permukaan berupa gempa letusan dengan rerata 50 kejadian per hari,” jelasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button