Ekonomi

Gelombang PHK Massal Bisa Berlanjut

Diperkirakan PHK masih terus terjadi sampai kuartal tiga tahun ini.

Reporter: Robby I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA –  Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK massal diyakini  akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Diperkirakan masih banyak karyawan yang akan kehilangan pekerjaan di tengah terpaan krismon global 2020.

Ekonom Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet menilai gelombang PHK masih akan berlanjut sekalipun kegiatan perekonomian sudah kembali berjalan dengan dilonggarkannya pembatasan sosial berskala besar.

“Menurutnya potensinya lanjutan PHK masih ada karena meski pelonggaran pembatasan sosial sudah dilakukan tapi faktanya tidak akan serta merta secara cepat memulihkan kondisi ekonomi.

“Menurut saya akan tetap ada potensi masih terjadinya PHK karena proses transisi ini sebenarnya ditunjukkan untuk proses pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya, Rabu 24 Juni 2020.

Apalagi, sambungnya, jika melihat tren kasus secara nasional meningkat. Hal itu tentu memengaruhi terhadap kinerja ekonomi secara keseluruhan. Ia memperkirakan badai PHK akan mereda di akhir tahun, sekitar kuartal IV-2020.

“Di kuartal keempat itulah kita bisa berharap proses dari gelombang PHK sedikit mulai berkurang,” ujarnya. Itu bisa dicapai dengan catatan bila program pemulihan ekonomi nasional bisa efektif dijalankan pada kuartal IV.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance, Eko Listiyanto juga menilai sama. Saat ini belum mencapai puncak gelombang PHK. Itu disebabkan pelemahan kegiatan ekonomi. “Jadi ini belum puncaknya untuk semua industri. Artinya gelombang PHK ini memang akan terus terjadi,” ujarnya, dilansir Detik. Apalagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2020 diproyeksikan akan negatif.

Di sisi lain, sambungnya, pada kuartal pertama masih tumbuh positif tapi gelombang PHK sudah terjadi. Untuk triwulan kedua kemungkinan negatif. Ia menilai bahkan lebih parah dan gelombang PHK ini masih akan berlanjut sampai mungkin ada recovery ekonomi.

Gelombang PHK massal, baru-baru ini pun PHK menerjang Gojek. Gojek Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 430 karyawannya. Mayoritas yang di-PHK berasal dari divisi terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

Jumlah karyawan yang kena PHK setara dengan 9% dari total karyawan yang mencapai 4.000 orang. Kabar tersebut dibenarkan oleh manajemen Gojek.

“Sebanyak 430 karyawan atau 9 persen dari total karyawan yang sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan,” demikian pernyataan pihak Gojek dalam keterangan resminya, Selasa 23 Juni 2020.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button