Politik

Fadli Zon Pertanyakan Status Vaksin

Report: P. Andika I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Jutaan dosis vaksin Sinovac asal Cina telah didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia. Rencananya, pelaksanaan vaksinasi akan dimulai pekan depan, per 14 Januari 2021. Namun, Anggota DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meragukan status vaksin tersebut.

Lewat akun Twitternya, ia melontarkan pertanyaan atas pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hertanto soal vaksin Sinovac yang telah didistribusikan. Fadli Zon ragu, terkait status vaksin apakah sudah final dan aman untuk digunakan atau masih dalam tahap uji klinis.

“Saya ingin bertanya pada @KemenkesRI, vaksin Sinovac dari Cina yang akan disuntikkan itu vaksin final atau masih clinical trial tahap 3? Tolong dijawab agar jelas,” cuit Fadli Zon.

Namun, pertanyaan Fadli, justru dipertanyakan kembali oleh netizen. Mereka heran dengan kapasitas Fadli Zon sebagai anggota DPR. Warganet menyebut, Fadli seharusnya lebih paham seluk beluk vaksin yang telah didistribusikan ke beberapa daerah di Indonesia.

“Aneh juga ya kok anggota DPR RI malah nanya. Apakah tidak ada pengawasan atau rapat atau semacam apalah sampai-sampai Anggota DPR RI sekelas @fadlizon sampai nggak tahu. Dimanakah dirimu wahai para anggota dewan?” tulis netizen, dengan akun @Muhammad Aamriee.

Ada pula netizen yang ragu dengan vaksin Sinovac.

“Saya mau tanya pada bapak DPR, apakah rakyat diberi pilihan bila pemerintahan memberi hak kepada rakyat untuk memakai vaksin, apakah rakyat tidak diberi hak untuk menolak? Karena sudah beredar di media masa bahwa vaksin yang belum final ini diwajibkan,” tanya @beybolenk.

Cuitan Fadli Zon memicu keresahan warganet lantaran munculnya kabar bahwa vaksin Sinovac belum memiliki izin penggunaan darurat dari BPOM.

“Harus jelas hukumnya dan mekanismenya. Jangan rakyat jadi kelinci percobaan, rakyat juga punya hak menolak divaksin,” tulis akun @hsbmargana. Sebagian dari masyarakat pun merasa terpaksa dan takut untuk menerima vaksin Sinovac. Apalagi Cina sendiri justru mengimpor vaksin dari Eropa.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button