Internasional

Erdogan Desak UE Netral Soal Mediteranea Timur

Red : Ahmad Mulyadi

BRUSSEL, TIMUR MEDIA — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mendesak Uni Eropa (UE) bersikap netral dalam sengketa Laut Mediteranea Timur. Demikian dilaporkan media asing berbahasa Jerman, DW Welt (7/9/2020).

Erdogan menyatakan bahwa Uni Eropa sebagai lembaga multilateral harus menunjukkan kenetralannya dalam sengketa ini. Apalagi, seperti halnya Belgia dan mayoritas anggota Uni Eropa, Turki juga merupakan anggota resmi NATO. Selain itu, Turki juga telah terdaftar sebagai negara kandidat anggota Uni Eropa.

Dalam percakapan teleponnya dengan Presiden Dewan Uni Eropa, Charles Michel, Erdogan menekankan pentingnya bersikap objektif, adil, tidak memihak dan berprilaku secara bertanggung jawab. Turki, kata Erdogan, konsisten dengan hak-haknya dalam kegiatan penelitian dan eksplorasi gas alam di Laut Mediteranea Timur karena itu sudah berdasarkan perhitungan matang dalam segala aspek. Karenanya, Turki menuntut Uni Eropa dapat bersikap netral dalam isu tersebut.

Sementara itu, Charles Michel menyebutkan pihaknya menekankan jalur diplomasi dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam sengketa itu agar menjauhi segala upaya yang bersifat militer. Selain itu, Mantan Perdana Menteri Belgia itu pun mengatakan untuk menemukan solusi dari sengketa itu pihaknya menginginkan diselenggarakannya konferensi multilateral di mana salah satu pesertanya adalah Turki. Dalam konferensi itu, kata Michel, selain membahas isu sengketa gas alam di Laut Mediteranea Timur, juga akan menyinggung isu migrasi dan keamanan di wilayah tersebut.

Sebagai informasi, konflik di kawasan Laut Mediteranea Timur telah menjadi salah satu isu utama dalam percaturan politik internasional saat ini. Kawasan yang diduga kaya akan sumber gas alam ini merupakan kawasan laut yang diklaim oleh sejumlah negara di antaranya Turki, Yunani, Republik Siprus dan Republik Siprus Utara.

Namun di antara  negara-negara tersebut, Yunani adalah negara yang paling menunjukkan penolakannya dengan operasi penelitian gas alam yang dilakukan Turki. Bahkan Yunani telah mengerahkan kapal-kapal militernya di kawasan tersebut dan menjalin aliansi dengan sejumlah negara lain seperti Mesir dan Prancis untuk menekan Turki.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button