Kaltim

Epidemiolog: Lockdown Akhir Pekan Tidak Efektif

Pemerintah daerah dinilai kehabisan cara.

Editor: Agung

TIMUR MEDIA – Sejak 6-7 Februari, sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kaltim, melakukan lockdwon akhir pekan. Namun, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menilai hal itu tidak efektif.

“Tidak akan efektif lockdown akhir pekan,” tegas Dicky, dari balik ponselnya, Minggu 7 Januari 2021. Ia menilai lockdown tiap akhir pekan sebagai bentuk kebingungan pemerintah daerah. Selain itu, penerapan tersebut justru meresahkan dan merugikan masyarakat. Terutama masyarakat kecil.

“Ini kayak kebingungan, sudah kehabisan cara akhirnya menerapkan lockdown akhir pekan. Padahal sama sekali tidak efektif,” tegasnya. Kendati demikian, ia tetap memberi apresiasi terhadap pemerintah daerah yang melakukan pelbagai inovasi untuk menekan kasus Covid-19.

Menurutnya hal itu juga terkait regulasi. Untuk itu, ia menyarankan agar DPR RI bersama pemerintah perlu melakukan revisi terhadap UU Nomor 8 tahu 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Hal ini dirasa mendesak agar penanganan Covid-19 di Indonesia bisa ditekan secepat dan seefektif mungkin.

“Betul, lockdown dua hari tidak bisa, walaupun semua provinsi melakukannya, tetep enggak bisa, terlalu pendek. Masa inkubasinya bukan dua hari, walau weekend virusnya enggak ikutan libur kan. Jadi saat ini titik pentingnya adalah regulasi. DPR segera revisi UU Kekarantinaan,” ujarnya.

Ia menilai lebih baik kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar dibanding cara lain. Yang paling utama adalah 3 T. “Kalau mau akhir pekan dibuat 3T, yakni testing, tracing, dan treatment, seperti di Australia. Bukan dengan lockdown,” saran Dicky.

Terkait tracing dan testing, lanjut Dicky, ia juga menyarankan seharusnya seluruh alat dibebankan pada pemerintah. Jadi, masyarakat jangan dibebani biaya PCR. Hal ini telah dilakukan negara lain baik Jepang sampai Eropa.

Dalam dua hari ini, Balikpapan bak kota mati. Hal ini menyusul diberlakukannya lockdown akhir pekan untuk seluruh wilayah Kaltim. Namun, masyarakat menilai kebijakan tersebut sangat merugikan.

“Kami butuh makan, butuh cari nafkah. Kalau kayak sekarang, siapa yang mau nanggung,” keluh Supri, salah satu pedagang di Balikpapan Utara. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan lockdown akhir pekan.

Sebelumnya, sesuai Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengendalian, Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang ditujukan kepada bupati/wali kota, camat, lurah/Kades se-Kaltim antara lain isinya “Masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar rumah setiap hari Sabtu dan Minggu terhitung sejak 6 Feberuari 2021sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian”.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button