Kaltim

Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,48 Persen

Reporter: Yoyo I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Perekonomian Provinsi Kaltim sepanjang 2021 diklaim mengalami pertumbuhan 2,48 persen. Prosensentase ini setara dengan capaian Rp 484,3 triliun berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan.

Hal itu diutarakan Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kaltim, Yusniar Juliana, Senin 7 Fberuari 2022. Dari sisi produksi, menurutnya, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

“Pertumbuhannya mencapai 13,34 persen,” ujar Yusniar. Dari sisi pengeluaran, seluruh komponen tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 8,03 persen.

Yusniar menjelaskan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 terjadi di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Sedangkan Provinsi Kaltim memberi kontribusi tertinggi mencapai 49,66 persen dengan pertumbuhan sebesar 2,48 persen.

Pertumbuhan yang tercatat 2,48 persen ini secara umum karena melandainya pandemi, meski di tahun itu sempat terjadi kenaikan kasus. Yang membuat pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Dari analisanya, dampak PPKM itu terlihat dari pertumbuhan PDRB secara kuartalan, yakni di kuartal III 2021 terjadi perlambatan pertumbuhan ditinjau dari sisi lapangan usaha.

“Adanya PPKM berdampak pada perlambatan di beberapa lapangan usaha. Antara lain pada kuartal III 2021, lapangan usaha perdagangan tumbuh negatif 0,26 persen ketimbang kuartal II 2021,” jelasnya.

Ia merinci, selanjutnya di lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan negatif 3,72 persen, jika dibanding kuartal II 2021.

Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum seperti hotel dan restoran, mengalami pertumbuhan negatif 3,55 persen ketimbang kuartal sebelumnya. Untuk lapangan usaha industri pengolahan yang di dalamnya ada industri kilang migas juga mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal III 2021.

“Itu akibat menurunnya aktivitas masyarakat jika dibanding kuartal sebelumnya,” paparnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button