Ekonomi

Dunia Guyur Triliunan untuk Korona

Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Dunia memerangi korona. Banyak korban jiwa yang terenggut nyawanya.

Meski belakangan baru diketahui, para korban yang wafat memiliki riwayat penyakit berat. Dari jantung, ginjal, tuberkolosis, asma, sampai diabetes. Kematian juga dipengaruhi faktor usia.

Sebaliknya hari ke hari, pasien terinfeksi korona yang sembuh naik signifikan. Data BNPB menyebut per 30 Maret 2020, jumlah pasien korona yang sembuh di Indonesia sebanyak 75 orang.

Di dunia, angka kesembuhan juga meningkat. Data Worldometer menyebut, pasien korona yang sembuh mencapai 154.530 jiwa.

Kendati demikian, semua negara terus berjibaku memutus mata rantai penyebaran, menekan jumlah korban. Termasuk Indonesia. Fulus besar terpaksa harus dikeluarkan.

Sekretaris Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono mengklaim pemerintah mengucurkan anggaran sebanyak Rp158,2 triliun untuk paket stimulus kebijakan ekonomi.

Anggaran didorong untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ancaman resesi ekonomi global 2020, termasuk adanya virus korona atau Covid-19.

admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru Fulus untuk korona. (TM)

Ia merinci dari total anggaran sebesar Rp158,2 triliun itu terdiri dari tiga model tahapan.

Yakni stimulus pertama sebesar Rp10,3 triliun, stimulus kedua Rp22,9 triliun, dan pelebaran defisit 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp125 triliun.

Angka ini terbilang kecil dibanding sejumlah negara lain, terutama Amerika dan Cina.

Untuk menanggulangi korona, sejumlah negara mengguyur fulus sumber jumbo. Ada yang sampai ribuan triliun, melebihi APBN Indonesia selama setahun.

Dana itu sekaligus untuk mendorong perekonomian dan memberi kompensasi bagi warganya. Langkah itu dilakukan dengan menyuntikan stimulus fiskal hingga moneter.

Data yang dihimpun dari pelbagai sumber seperti AFP, Bloomberg dan CNBC, memaparkan guyuran fulus sejumlah negara. Yakni:

Amerika, Rp 3.200 triliun

Cina, Rp 3.004 triliun

Jerman, Rp 2.808 triliun

Australia, Rp 1.852 triliun

Kanada, 620,16 triliun

India, Rp 360 triliun

Arab Saudi, Rp 299,2 triliun

Spanyol, Rp 160,2 triliun

Korsel, Rp 158,4 triliun

Malaysia, Rp 76,8 triliun

Singapura, Rp 73,6 triliun

Indonesia, Rp 158,2 triliun

  • stimulus jilid I Rp 10,3 triliun
  • stimulus jilid II Rp 22,9 triliun
  • defisit 0,8% dari PDB atau sekitar Rp 125 triliun.
Selengkapnya...

Terkait

Back to top button