Politik

Dukungan untuk Petahana Menguat

Petahana dinilai punya kans besar.

Reporter: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Menjelang Muktamar PPP, proses dukung mendukung calon Ketua Umum parpol berlambang Ka’bah ini kian menarik. Sejumlah kandidat dikabarkan telah melakukan komunikasi dan koordinasi. Dukungan kepada petahana Suharso Monoarfa, pun kian menguat.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PPP Rudiman. Menurutnya pengurus daerah menginginkan agar Suharso memimpin PPP untuk lima tahun ke depan. “Kansnya kuat untuk jadi ketum PPP lantaran dukungan dari daerah juga mulai menguat,” ujar Rudiman, dilansir Rmco, kemarin.

Selain dukungan dari daerah, Rudiman mengklaim rekam jejak dan ketokohan Suharso bisa diterima kader dan pengurus daerah. “Ketokohannya tidak diragukan,” klaim Rudiman.

Politisi asli Sulawesi Selatan itu menilai kemampuan Suharso dalam memimpin juga baik, lebih akomodatif dan mau mendengarkan aspirasi serta masukan dari daerah. “Kemampuan memimpinnya tak diragukan. Meski masih ada calon-calon lain,” ujarnya.

Jika dukungan pengurus daerah terhadap Suharso terus menguat, Rudiman memprediksi bakal menang mudah di Muktamar nanti. Berdasarkan hasil keputusan Mukernas, Muktamar bakal digelar usai Pilkada 2020. Sedangkan pilkada akan digelar Desember 2020.

Selain nama Suharso, ada nama Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani yang juga digadang-gadang bakal maju di Muktamar nanti. Selanjutnya, ada pula Wakil Ketua Umum PPP yang saat ini menjabat Wantimpres, Mardiono. Nama lainnya, mantan wakil ketua DPP Achmad Muqowwam. Begitu pula nama yang juga santer dirumorkan sebagai kandidat kuat adalah istri Mantan Ketum PPP Suryadharma Ali yaitu Wardatul Asriah.

Pada Maret 2019, paska Mantan Ketum PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, partai ini segera menunjuk Suharso sebagai Plt Ketum. Kala terjadinya konflik PPP antara PPP kubu Suryadadharma Ali dan Romahurmuziy, Suharso yang awalnya orang kepercayaan Suryadharma Ali pilih bergabung dengan PPP Ramahurmuzy di masa kepemimpinan Djan Faried.

Usai Pilpres 2014, Suharso dan PPP kubu Romahurmuziy memilih bergabung dengan capres terpilih Joko Widodo ketimbang menjadi penyiimbang di luar kepemerintahan seperti yang dilakukan PPP kubu Suryadharma Ali. Hasilnya, jokowi meminta Suharso menjadi anggota Watimpres periode 2014-2019.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button