Balikpapan

Dukungan Kotak Kosong Balikpapan Makin Menggema

Warga menginginkan pemimpin baru.

Reporter: Taufik Hidayat I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Mendekati ajang Pilkada Desember 2020, gelegar dukungan untuk kosong kosong di Balikpapan terus menggema. Dukungan itu terus disuarakan baik dari netizen di sosial media maupun masyarakat di beberapa daerah.

Seperti Afifa, warga Strat 3 Balikpapan, mengaku ikut gembira dengan adanya dukungan terhadap kotak kosong. Awalnya ia tahu informasi itu dari tetangganya. “Saya diajak, dijelaskan. Saya kira tadinya kalau hanya calon tunggal, kita tak punya alternatif, ternyata bisa memilih kotak kosong,” ujarnya, Sabtu 21 November 2020.

Saat ditanya alasan mendukung kotak kosong, Afifa menjawab, kurang simpatik terhadap calon tunggal yang diusung dari partai penguasa. “Pilwali sebelumnya kan ada lebih dari satu kandidat. Kalau sekarang cuma satu calon, rentan kecurangan,” katanya. Warga, lanjutnya, juga tidak diberi alternatif.

“Kalau lebih dari satu kandidat kan kita bisa memilih calon lainnya. Kalau tunggal dan yang maju pejabat lama, sama saja. Saya sendiri kepingin pemimpin yang baru,” tegasnya.

Segendang sepenarian, Muchlis warga Balikpapan Barat mengatakan hal sama. Ia merasa kalau hanya calon tunggal dikhawatirkan tidak fair. Untuk itu, ia lebih memilih rival dari calon tunggal alias kotak kosong.

Menurutnya kalau hanya calon tunggal berarti pengkaderan partai tidak berjalan. Apalagi yang maju itu-itu saja. “KPU seharusnya juga lebih mensosialisasikan calon tunggal. Selama ini kan warga tahunya tidak boleh memilih calon tunggal, padahal kan boleh,” tegasnya.

Ia menilai KPU dinilai kurang dalam menggencarkan sosialiasi di masyarakat. “Ngasih tahunya cuma ada Pilkada tanggal 9 Desember dan jangan golput. Tapi tidak diberi tahu soal lawan kotak kosong dan sebagainya.”

Sebelumnya, relawan kotak kosong menghelat sosialisasi pada Sabtu 14 November 2020 di kawasan Gunung Guntur Kelurahan Sumber Rejo, Kec. Balikpapan Tengah. Mereka menamakan dirinya sebagai Satuan Pemuda Lima Dimensi atau Sapu Lidi.

Sapu Lidi ini memotori sosialisasi kotak kosong dengan mengundang beberapa tokoh publik. salah satunya, Rona Fortuna Siregar, mantan Ketua Markas Cabang LMP Balikpapan.

Rona menjelaskan memilih kotak kosong dalam Pilkada Balikpapan, bukan berarti golput. “Memberitahu masyarakat agar tidak takut menyuarakan kotak kosong karena sah secara hukum dan boleh dipilih,” ujarnya.

Dari pantauan Timur, di sosial media tampak pula semakin besar dukungan terhadap kotak kosong. Bahkan, mereka memposting aneka kegiatan yang dilakukan solidaritas warga yang menginginkan demokrasi Balikpapan terjaga.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button