Warta

Dukcapil: Pemilih Pilpres 206 Juta

Report: Agus Setiawan I Editor: Ahmad Mulyadi

TIMUR MEDIA – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh membuka data jumlah pemilih sementara di Pemilu 2024. Ia menyebut jumlah pemilih pada Pilpres di kisaran 206 juta orang, untuk Pilkada jumlahnya lebih banyak, 210 juta orang.

Zudan menyampaikan hal itu saat melakukan kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum RI.

KPU melakukan kerja sama dengan Dukcapil Kemendagri ihwal pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024. Acara itu dihelat di kantor KPU RI, Jakarta, Rabu 29 Juni 2022. Kerja sama meliputi pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan, dan KTP elektronik dalam pemutakhiran data pemilih.

“Ada beberapa hal yang kami serahkan sebagaimana lima tahun yang lalu, kami menyerahkan hak akses. Hak akses itu kepada rekan-rekan KPU pusat diberikan super user dan nanti kepada 548 KPU. Provinsi 34, 514 kabupaten/kota, semuanya bisa melihat database dukcapil,” papar Zudan dalam sambutannya.

Terkait jumlah pemilih, ia menyebut rinci data sementara. “Kalau menggunakan data hari ini, untuk Pilpres di bulan Februari sekitar 206 juta dan di Pilkada November kurang lebih 210 juta,” jelasnya. Usia pemilih sebagian besar ada pada usia di bawah 45 tahun.

Tapi Zudan mengingatkan jika data jumlah pemilih itu hanya belum final.

“Tapi ini prediktabilitasnya. Bisa kita lihat karena pergerakan setiap hari dalam database kependudukan Depdagri itu termonitor terus-menerus,” paparnya.

Pihaknya mengetahui secara realtime berapa pemilih berumur 17 sampai 22 tahun, lalu usia 22 sampai 27, dan seterusnya.

“Pemilih kita sebagian besar di bawah 45 tahun, itu yang paling besar. Dinamisnya luar biasa,” jelasnya.

Ia berujar data pemilih Pemilu 2024 terus bergerak. Ia juga menerangkan faktor yang mempengaruhi bertambah dan berkurangnya data pemilih itu.

“Apakah ini fix datanya? Tidak. Ini bergerak data hari ini. Karena nanti ada yang pindah dari TNI/Polri, ada pensiun, dari luar negeri masuk ke dalam negeri, dari dalam negeri ke luar negeri, ada yang meninggal dunia, dan sebagainya,” terangnya.

Dengan demikian, ia memastikan dinamika data bergeral cepat. Apalagi Pemilu masih ada waktu kurang lebih dua tahun dari sekarang. “Jadi masih panjang sehingga pergerakannya cukup besar,” katanya.

Turut hadir di lokasi Ketua Komisi Pemilihan Umum RI Hasyim Asy’ari. Penandatanganan nota kerja sama dilakukan Sekjen KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno dan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button