Politik

Dugaan Pelanggaran Pilkada Terjadi di Sangatta

Report: Janu I Editor: Ahmad

TIMUR MEDIA – Dugaan pelanggaran Pilkada Desember 2020 terjadi di Sangatta, Kutai Timur. Bentuk pelanggaran itu terkait indikasi pemalsuan dukungan bagi bakal calon perseorangan.

Sentra Gakkumdu Kabupaten Kutim pun sepakat meningkatkan kasus tersebut ke proses penyidikan. Dalam kasus ini, diduga melibatkan oknum Panitia Pemungutan Suara atau PPS dari Desa Sangatta Utara.

Pelaku diduga tidak melakukan verifikasi faktual terhadap 2.002 dukungan calon perseorangan, yang dinyatakan PPS telah memenuhi syarat (MS). Kasus itu dilaporkan Sentra Gakkumdu Kutim ke Polres Kutim, Jumat 24 Juli 2020. Laporan tersebut bernomor 01/TM/PB/Cam.Sangut/23.09/VII/2020.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kutim Budi Wibowo menjelaskan, kasus dugaan pemalsuan dukungan ini diperoleh dari temuan pihak pengawas pada 12 Juli 2020. Setelah dinyatakan sebagai temuan, secara maraton pihaknya meminta klarifikasi.

“Mulai dari penemu, jajaran pengawas, 16 orang saksi, dan anggota PPS ,” ujar Budi. Saksi yang diminta klarifikasi sekitar 16 orang. Nama mereka tercantum dalam daftar dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan atau Form B.1.1-KWK, yang telah dinyatakan memenuhi syarat oleh PPS.

Faktanya, lanjut Budi, “Dalam keterangannya, saksi mengaku tidak pernah dilakukan verifikasi faktual. Tapi nama mereka sudah dinyatakan MS mendukung calon perseorangan.”

Bawaslu juga mengumpulkan bukti lain berupa, Form B.1.1-KWK, video rekaman warga yang terdaftar dalam dukungan tapi tidak diverifikasi faktual petugas verifikasi, model BA.5-KWK Perseorangan, dan salinan nama-nama pendukung pasangan calon Perseorangan.

Pihaknya kemudian melakukan kajian bersama Tim Sentra Gakkumdu, yang terdiri dari anggota Bawaslu, penyidik Kepolisian dan Kejaksaan.

“Dari dua alat bukti yang dikumpulkan, Sentra Gakkumdu merekomendasikan ada dugaan pelanggaran pidana pemilihan yang dilakukan anggota PPS Desa Sangatta Utara,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Kutim Abdul Rauf ikut membenarkan adanya laporan sentra Gakkumdu Kutim. “Laporan Polisi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dan diteruskan ke penyidik Reskrim untuk ditindak lanjuti,” kata Rauf. Ia menambahkan, saat ini penyidik tengah melakukan pendalaman terhadap perkara ini dengan meminta keterangan para saksi.

“Dalam waktu yang sangat singkat pihak penyidik akan melakukan penetapan tersangka, terhadap kasus dugaan palsukan dukungan calon Perseorangan,” tegasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close