AdvDPRD PPU

DPRD Sebut Penyertaan Modal Sektor Pertanian Bisa Naikan Harga GKG

Reporter : Teguh | Editor : Faisal

Timur Media, Penajam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menilai penyertaan modal dari pemerintah kabupaten kepada perusahaan umum daerah (Perumda) untuk investasi di sektor pertanian dapat menaikkan harga jual gabah kering giling (GKG) di daerah itu.

Wakil Ketua Komisi I DPRD PPU, yang juga Ketua Pansus I yang membahas penyertaan modal tersebut, Sariman mengatakan, rencana penyertaan modal di bidang pertanian memiliki beberapa manfaat bagi para petani.

“Hasil kajian penyertaan modal Perumda untuk investasi di sektor pertanian bisa berdampak positif bagi masyarakat petani,” jelas Ketua Panitia Khusus atau Pansus I DPRD PPU. Senin (14/9/2020).

Lanjut Sariman, meningkatkan luas areal penanaman padi khususnya di Kecamatan Babulu, serta membantu petani dengan meningkatkan harga jual gabah kering panen, adalah salah satu dampak positif dari investasi di sektor pertanian ini.

Pemerintah Kabupaten PPU mengajukan Rencana peraturan daerah (Raperda) penyertaan modal Perumda Benuo Taka senilai Rp26 miliar kepada legislatif. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pembangunan kawasan berbasis padi berupa pabrik penggilingan padi untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor pertanian.

Dari naskah akademis dan kajian teknis menurut Sariman, penyertaan modal untuk investasi di bidang pertanian tersebut sangat mumpuni dan cukup baik karena wilayah Penajam Paser Utara memiliki potensi sawah yang luar biasa.

Sehingga menurutnya, kegiatan itu bisa sebagai upaya pengembangan potensi usaha yang dilakukan oleh Perumda Benuo Taka sebagai Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD ) Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Penyertaan modal senilai Rp26 miliar bisa membantu menaikkan harga jual gabah kering giling sekitar Rp500 lebih tinggi dari harga pasaran,” ujar Sariman.

DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara berharap pembangunan pabrik penggilingan padi di Kecamatan Babulu dapat didukung Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dengan menyediakan sarana produksi pertanian seperti pupuk dan obat anti hama.

“Apalagi ditambah potensi lahan sawah yang bisa dimaksimalkan di empat kecamatan mencapai 20.000 hektare,” pungkasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button