Politik

DKPP Berhentikan Ketua KPU

Arif Budiman dinilai melanggar etik.

Report: Maya I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA –  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu aka DKKP, secara resmi memberhentikan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan,” ujar Ketua DKPP, Muhammad dalam sidang pembacaan putusan yang disiarkan daring, Rabu 13 Januari 2021.

DKPP menegaskan Arief terbukti melanggar etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu saat mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Jokowi ke PTUN Jakarta.

Kala itu, Evi menggugat keputusannya yang diberhentikan Jokowi ke PTUN Jakarta. Jupri, pihak pelapor mempermasalahkan surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020 yang diterbitkan Arief. Surat itu berkaitan dengan diaktifkannya kembali Evi sebagai komisioner.

Sebagaimana diketahui, saat itu sempat terjadi polemik di antara para penyelenggara pemilu. DKPP memutuskan pemecatan Evi dari jabatan Komisioner KPU RI karena dugaan pelanggaran kode etik soal suara di Pileg 2019.

Putusan DKPP itu dijalankan Jokowi, yang menerbitkan surat pemecatan Evi. Namun surat itu dibawa Evi ke PTUN Jakarta. Tapi pada 23 Juli 2020, PTUN Jakarta membatalkan surat pemecatan tersebut. Evi akhirnya kembali menjadi komisioner per Agustus 2020.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button