Kaltim

DJP Kaltimra Gedor Kesadaran Pajak

2019

TimurMedia.com:

Gedung pajak Balikpapan. (dok)

Report: Maya|Editor: Reza

TIMUR MEDIA – Direktorat Jenderal Pajak menggelar Inklusi Kesadaran Pajak di kalangan perguruan tinggi di Kaltim dan Kaltara.

Giat nasional ini telah digagas sejak tiga tahun lalu untuk menggedor kesadaran perpajakan. Terutama di kalangan tenaga pendidik dan perguruan tinggi.

Sampai kini pajak masih menjadi sumber penerimaan negara paling besar untuk menyumbang Anggaran Pendapat dan Belanja Negara. Tapi partisipasi dan tingkat pembayaran pajak di Indonesia masih rendah. 

Tahun ini Kementerian Keuangan menargetkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 1.577 triliun di APBN 2019.

Tetapi sampai 31 Oktober 2019 baru terealisasi Rp 1.018 triliun atau  mencapai 64,56%.

Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Kaltimtara, Emri Mora Singarimbun berharap melalui program inklusi, pihaknya ingin mengeliatkan kesadaran pajak.

“Terutama di kalangan dosen, guru dan peserta didik. Caranya  melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam kurikulum, pembelajaran serta perbukuan,” tuturnya.

Melalui program ini, DJP ingin mendidik generasi muda sebagai calon-calon pelaku ekonomi masa depan.

Dan menjadi warga negara yang mempunyai kesadaran dalam perpajakan.

“Generasi muda ini diharapkan memiliki kesadaran akan pajak. Karena pajak yang diperoleh untuk pembangunan bangsa,” tuturnya.

Selama ini DJP Kaltimra sudah rutin memberi edukasi dari usia dini hingga perguruan tinggi dengan bahasa yang mudah dicerna.

“Karena yang perlu dipahami DJP hanya untuk PPN dan PPh,” katanya.

Untuk tahun ini realisasi penerimaan pajak wilayah Kalimantan Timur dan Utara, hingga pertengahan Oktober mencapai 67,97% dari target senilai Rp 23, 27 triliun.

Sesuai data Direktorat Jendral Pajak Kaltimra realisasi pajak yang diserap senilai Rp16,9 triliun.

“Realisasi ini menempatkan wilayah Kaltimra di peringkat tujuh untuk serapan pajak secara nasional,” terang Kepala Kantor Wilayah DJP Kaltimra Samon Jaya.

Ia mengatakan, kesadaran untuk wajib pajak orang pribadi masih minim. Pihaknya berharap para wajib pajak untuk menuntaskan kewajiban pajaknya.

Untuk pajak di Kaltim, Samon merinci, penerimaan terbesar masih dari Balikpapan dan Samarinda.

KPP Balikpapan Barat dari target Rp 1,2 triliun realisasinya Rp 1,08 triliun, Baikpapan Timur targetnya Rp 1,5 triliun realisasi Rp 1,04 triliun.

Berikutnya, Samarinda Ilir realisasinya Rp 1,1 triliun dari target Rp 1,6 triliun. Samarinda Ulu realisasi mencapai Rp 917,3 miliar dari target Rp 1,4 triliun.

Sedangkan untuk KPP Madya Balikpapan, dari target Rp 8,3 triliun baru terealisasi Rp 5,8 triliun.

Menurutnya, untuk pajak penghasilan mampu tumbuh sebesar 16%atau senilai Rp 8,7 triliun dari tahun lalu. Sedangkan target sepanjang tahun ini untuk pajak penghasilan sebesar Rp14,1 triliun. 

Dari pajak per sektor, yang mendominasi masih sektor pertambangan dan penggalian sebesar 36,34%. Disusul, pedagang besar hingga eceran sebesar 15,01%. Pihaknya tetap optimis target tahun ini bisa tercapai.

Most Popular

To Top