Kaltim

Di Kaltim, Dua Kotak Kosong Tumbang

Report: Yoyo I Editor: Dwi

TIMUR MEDIA – Pilkada serentak di sejumlah di Kalimantan Timur menyajikan pertarungan pasangan calon kepala daerah melawan kotak kosong. Tahun ini, ada sembilan daerah yang mengikuti Pilkada.

Dua di antaranya, pasangan mayoritas parpol melawan kotak kosong, yaitu Pilkada di Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Di dua daerah ini kotak kosong kalah, dalam perhitungan cepat sementara.

Di Balikpapan, pasangan tunggal calon walikota dan wakil walikota Balikpapan, Rahmad Masud-Thohari Aziz bertarung yang melawan kotak kosong mengungguli kotak kosong.

Pasangan calon tunggal yang diusung sembilan partai politik itu unggul di atas 60 persen dari total suara yang sudak masuk mencapai 80 persen.

Adapun Kukar, Bupati petahana Edi Darmansyah yang berpasangan dengan Rendy Solihin mengungguli Kotak Kosong dengan persentasi 74,9 persen-25,1 persen untuk kotak kosong. Jumlah ini hasil quick count yang dilakukan Tim Sukses Edi-Rendi, Rabu malam, 9 Desember 2020.

Koordinator Tim Data Paslon Edi Damansyah Rendi Solihin, Efendi Hariadi mengatakan kemenangan yang diapat oleh pasangan pertahana merupakan hasil hitung cepat yang dilakukan di 122 sample TPS.

“Metodologi quick Count yang mereka gunakan adalah Systematic Random Sampling dengan margin error kurang lebih 1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen” ujar Effendi.

Mengacu rumusan itu, diperlukan sample sebanyak 35.136 orang. Artinya, menurut Effendi Hariadi, angka tersebut setara dengan 122 TPS di Kabupaten Kutai Kartaneagra.

“Hasil quick count ini bukan hasil resmi perhitungan Pilkada Kukar 2020, melainkan sebagai instrumen pembanding atau alat kontrol terjhadap hasil rekapitulasi suara yang akan dilakukan oleh KPU Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegas Effendy. Namun, ia tetap bersyukur atas amanah yang diberikan masyarakat Kutai Kartanegara kepada mereka.

Edi juga memberi apresiasi kepada pendukung kotak kosong yang mencapai 25,1 persen. Edi Damansyah mengajak agar warga kabupaten Kukar kembali bersatu untuk memajukan kabupaten Kutai Kartanegara.

“Saya harapkan setelah ini, yang kemarin berbeda pendangan maupun visi, bisa kembali bersatu dan untuk memajukan Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya

I Timur Media Network

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button