DPRD Balikpapan

Dewan Akui Bansos Covid-19 Belum Optimal

Data tumpang tindih.

Reporter: Hendra I Editor: Fai

TIMUR MEDIA– Ketua Badan Kehormatan DPRD Balikpapan, Budiono, mengakui distribusi bantuan sosial Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat terdampak korona belum optimal. Bantuan yang digulirkan untuk 34 kelurahan itu dinilai masih memiliki sejumlah masalah.

Katanya, mulai pendataan dan ketepatan sasaran. Budiono menilai, masih banyak masyarakat yang berhak mendapat bantuan namun belum mendapatkannya. Dalam proses distribusi juga masih memiliki sejumlah masalah. Pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

Kendati demikian, Budiono tetap memberi apresiasi kepada Pemkot Balikpapan. Tapo, sambungnya, “Tentu masih ada beberapa catatan yang harus dievaluasi baik soal pendistribusian maupun pendataan. Sebab, masih banyak temuan di lapangan ada warga yang tidak menerima bantuan,” ujarnya.

Budiono mengaku mendapat laporan adanya oknum RT yang meminta sumbangan secara sukarela kepada warga. Alasannya agar pendistribusian bantuan bisa langsung sampai di tangan warga. “Saya pikir ini tidak dapat dibenarkan. Karena semua prosesnya sudah,” ingatnya.

Menurutnya sampai saat ini belum ada petunjuk teknis yang jelas ihwal kriteria penerima bansos. Yang menyebabkan pihak RT kesulitan dalam mengajukan warganya yang berhak menerima bantuan. “Kalau bicara terdampak, semua terdampak berarti semua berhak menerima bantuan. Tapi disini harus ada kejelasan kriteria seperti apa yang berhak menerima,”jelasnya.

Meski Pemkot menggunakan data Dinas Sosial, tapi data itu dinilai masih banyak yang tidak akurat termasuk data yang tumpang tindih.

Selain itu, dalam proses distribusi dinilai juga terdapat masalah terkait pelanggaran terhadap protokol kesehatan. “Saya melihat di beberapa kelurahan masih ada yang tidak mengikuti protokol kesehatan, sehingga banyak warga berkumpul,” kata Budiono.

Padahal, sambung Budiono, pendistribusian bantuan itu telah diserahkan pada RT masing-masing. Namun masih ada warga yang datang berkumpul ke kelurahan untuk mengambil bantuan. “Dari segi protokol kesehatan, ini cukup riskan.”

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button