Kaltim

Dana Desa Kaltim Naik

Report: Yoyo I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Dana Desa tahun 2021 untuk jatah Kaltim, naik Rp 39,19 miliar dibanding tahun lalu. Dari Rp 899,88 miliar pada tahun 2020, menjadi Rp 939,07 miliar untuk tahun ini. Dana desa ini akan diberikan 841 desa dari tujuh kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim, M Syirajudin, merinci besaran dana desa bagi masing-masing wilayah di Kaltim. Rinciannya, Kabupaten Berau menerima Rp 122,23 miliar, Kutai Kartanegara Rp 191,17 miliar, Kutai Barat Rp 181,54 miliar, Kutai Timur Rp 194,48 miliar, Paser Rp 127,72 miliar, Penajam Paser Utara Rp 38,77 miliar, dan Kabupaten Mahakam Ulu menerima Rp 83,14 miliar.

Demikian disampaikan Syirajudin, melalui rilisnya, Kamis 14 Januari 2021. Ia menjelaskan total jumlah desa yang tersebar di tujuh kabupaten di Kaltim mencapai 841 desa, sehingga dari Rp 939,07 miliar itu jika dibagi rata, maka masing-masing desa memperoleh anggaran Rp 1,1 miliar.

Namun, menurut Syirajudin, pembagian dana itu tidak bisa disamaratakan kepada semua desa. Melainkan dibagi sesuai proporsi dengan mengacu empat formula. Yakni sesuai jumlah penduduk, warga miskin, luas wilayah, dan indeks kesulitan geografis.

Tahun ini prioritas penggunaan Dana Desa untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi pembangunan desa dan mendukung pencapaian SDGs Desa.

“Ada tiga prioritas penggunaan Dana Desa untuk tahun ini,” jelasnya. Pertama, pendampingan kepada pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa untuk mengelola kegiatan pendataan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan desa. Termasuk menguatkan kerja sama antardesa dan kerja sama desa dengan pihak ketiga. Sekaligus pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Bersama.

Kedua, untuk menguatkan pendampingan kepada masyarakat desa agar rela berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. “Ketiga untuk meningkatkan kualitas pemerintahan desa dan kualitas partisipasi masyarakat, melalui pembelajaran mandiri dan melalui komunitas pembelajar,” paparnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button