Nasional

Curah Hujan 2020 Tertinggi Sejak 1866

Report: Roby| Editor: Kusuma

TIMUR MEDIA – Banjir di Jabodetabek disebabkan tingginya curah hujan yang melanda wilayah itu.

Volume curah hujan yang mengakibatkan banjir tahun ini, naik tiga kali lipat dibanding curah hujan tertinggi di Jakarta pada tahun 1866.

Bahkan, curah hujan pada awal tahun 2020 ini dinilai tertinggi sejak 154 tahun silam.

Kepala Subbidang Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto, mengungkapkan dari pengukuran meteorologi tercatat pertama kali zaman Belanda tahun 1866.

“Saat itu hujan tertinggi tahun 1866 hanya 185,1 mm/hari,” jelas Siswanto kepada wartawan, Kamis, 2/Jan/2020.

admintimurmedia | Timur Media | Referensi Baru Banjir Jakarta zaman dulu. (ANRI)

Ia juga mengungkap banjir besar sebelumnya pernah melanda Jakarta pada zaman Belanda. Menurut catatan BMKG di Kwitang, curah hujan tertinggi tercatat 125,2 mm/hari.

“Banjir Besar Zaman Belanda tercatat terjadi di tahun 1918 pada 20 Februari, waktu itu curah hujan tercatat di Kwitang (Kantor BMKG zaman itu) hanya 125,2 mm/hari,” papar Siswanto. Sedangkan banjir tahun 2020 ini, curah hujannya tercatat 377 mm per hari.

BMKG memaparkan catatan curah hujan terkait banjir besar di Jakarta dari tahun-tahun sebelumnya. Ini catatan lengkapnya:

1866: 185,1 mm/hari
1918: 125,2 mm/hari
1979: 198 mm/hari
1996: 216 mm/hari
2002: 168 mm/hari
2007: 340 mm/hari
2008: 250 mm/hari
2013: > 100m m/hari
2015: 277 mm/hari
2016: 100-150 mm/hari
2020: 377 mm/hari

Tags
Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close