Internasional

COVID-19 Hancurkan Ekonomi AS

Red : Ahmad Mulyadi

WASHINGTON, TIMUR MEDIA — PDB Amerika Serikat (AS) pada kuartal kedua tahun ini (April-Juni) menurun tajam hingga minus 32,9%. Hal tersebut terutama disebabkan pandemi COVID-19 yang melanda negeri Paman Sam sejak beberapa bulan terakhir ini. Demikian dilaporkan Kantor Departemen Perdagangan AS seperti dilkutip Reuters (30/7/2020).

Penurunan drastis tersebut adalah rekor terburuk ekonomi AS sejak 73 tahun terakhir atau sejak Perang Dunia Kedua berakhir. Sebelum rekor ini, pertumbuhan ekonomi terburuk di AS terjadi pada 1958 dengan PDB di angka minus 10%.

Menurut data dari Departemen Perdagangan AS yang dikutip oleh CNBC International, pandemi COVID-19 ini telah memancing kontraksi tajam pada konsumsi, ekspor dan investasi serta pengeluaran pemerintah. Pada sektor investasi, kontraksi terdalam terjadi pada bidang otomotif. Sementara untuk pengeluaran, kontraksi terkuat berada pada sektor kesehatan dan barang-barang pokok kebutuhan sandang seperti pakaian dan alas kaki.

Menurut Biro Analisa Ekonomi (BEA) seperti dikutip oleh Yahoo Finance, kontraksi ekonomi yang diderita AS adalah efek beruntun dari COVID-19. Sejak AS dinyatakan zona merah COVID-19, praktis roda perekonomian AS menjadi lamban. Kegiatan-kegiatan yang biasanya memacu perekonomian harus menyesuaikan dengan kebiasaan baru seperti ‘stay at home’. Bahkan sejumlah kegiatan bisnis dan transaksi perdagangan di AS harus dibatalkan akibat wabah COVID-19 ini.

Dengan memburuknya perkenonomian AS dan pandemi yang terus berlangsung di berbagai belahan dunia hingga saat ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini pun akan menurun signifikan dibanding tahun lalu. Dan memburuknya perekonomian global ini diperkirakan akan membuat ketegangan antara dua negara raksasa ekonomi saat ini, yaitu AS dan Cina, semakin meningkat.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button