Ekonomi

CIPS: Indonesia Berpotensi Resesi

Editor: Kusuma Wendi

TIMUR MEDIA – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies atau CIPS, Pingkan Audrine Kosijungan mengingatkan agar pemerintah perlu menggerakkan konsumsi untuk menghindarkan Indonesia dari resesi. Potensi Indonesia mengalami resesi telah terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang diraih pada kuartal I 2020 lalu.

Sebab, seperti dilansir ROL, jika menilik dua kuartal di tahun 2020 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan. Kontraksi terjadi di kuartal I 2020 di level 2,97 persen, terkoreksi tajam sebesar dua persen jika dibanding kuartal IV tahun 2019.

Sedangkan di kuartal II tahun 2020, lanjutnya, berpotensi di level minus 4,3 persen. Menurutnya jika di kuartal selanjutnya masih mengalami tren serupa, maka dapat dipastikan resesi benar-benar terjadi.

“Meski demikian, kondisi ini juga terjadi secara global bahkan hingga ke negara yang menjadi mitra dagang strategis bagi Indonesia seperti Singapura dan juga Korea Selatan,” jelasnya, dalam keterangan resmi CIPS, Senin 27 Juli 2020.

Ia juga mengingatkan, karena itu saat ini pemerintah perlu mendorong beragam upaya mendongkrak kembali perekonomian agar mampu menghindari resesi.

“Melihat perkembangan perekonomian saat ini memang betul, konsumsi perlu terus digerakkan setidaknya meminimalisir dampak dari peluang resesi,” jelasnya. Salah satu stimulusnya dengan memberi bantuan langsung tunai kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan.

Menurut Pingkan, peningkatan angka itu menggambarkan kelas menengah bawah yang terdampak disrupsi ekonomi selama pandemi dan pada akhirnya masuk kelompok miskin.

Dengan kondisi tersebut, tidak menutup kemungkinan dari 115 juta orang atau sekitar 30 juta rumah tangga kelas menengah bawah di Indonesia akan menjadi sangat rentan terhadap guncangan ekonomi, termasuk soal konsumsi.

“Karena itu sangat beralasan jika pemerintah berniat memberi bantuan kepada mereka,” katanya.  Ia meminta pemerintah memperjelas ketentuan kelas menengah yang dimaksudkan seperti apa, mekanisme pendataan penerimanya bagaimana dan tahapan pelaporan bila terjadi kendala teknis distribusi seperti apa untuk menghindari potensi masalah yang kerap kali dihadapi saat membagikan bantuan.

Hal itu menurutnya perlu menjadi catatan pemerintah agar segera dikomunikasikan kepada masyarakat. Pemerintah juga dikabarkan berencana untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk transfer.

“Untuk opsi penyaluran melalui rekening ini agar cashless saya rasa cara yang baik, namun perlu diperhatikan bank mana saja yang dapat melakukannya,” ujarnya.

I Sumber: ROL

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button