Politik

Catatan untuk Panelis Debat Kandidat Pilkada

Report: Yoyo I Editor: Fai

TIMUR MEDIA – Debat kandidat, menjadi satu agenda menguji kelayakan para kandidat yang akan tampil di Pilkada. Terutama bagi daerah yang hanya mengusung calon tunggal seperti Balikpapan dan Kukar.

KPU Kaltim sendiri telah menyusun tim perumus dan panelis untuk Debat Publik sesuai ranah keilmuan panelis. Demikian disampaikan Ketua KPU Kaltim, Rudiansyah. “Tim perumus dan tim panelis disusun sesuai kepakaran dan tema debat masing-masing kabupaten/kota,” tuturnya.

Menanggapi debat kandidat ini, Pengamat Politik Kaltim Herdiansyah Hamzah, yang biasa disapa Castro, memberi sejumlah catatan bagi para panelis. Utamanya para pemantik yang ditunjuk menguji program paslon tunggal di debat publik untuk Balikpapan dan Kukar.

Pertama, menurut Castro, para panelis harus detil menggali masalah pokok yang dirasakan langsung masyarakat setempat. Ia menyarankan materi pertanyaan dan jawaban dalam debat, harus lebih membumi. “Agar dipahami langsung oleh publik,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, para panelis harus pula secara gamblang mampu merepresentasikan pemilih kolom kosong dan pemilih yang belum menentukan pilihan. Sehingga materi debat lebih menekankan evaluasi terhadap kinerja paslon tunggal. “Apalagi paslon di dua daerah ini adalah petahana,” katanya.

Ketiga, Castro menyarankan, panelis tidak perlu bersikap kaku dengan bicara sebatas kepakarannya. Alasannya, bisa jadi ada crossing issue dalam materi debat.

“Isu korupsi dan pelayanan publik, misalnya.” Ia menegaskan, sejumlah isu penting semisal pelayanan publik, korupsi, kesejahteraan, penegakan hukum, dan lingkungan harus benar-benar dimunculkan dalam debat.

Di Balikpapan, menurut Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha, debat calon Walikota dan Wakil Walikota digelar dua kali, yakni di pekan terakhir Oktober dan minggu awal November. “Jadi debat kita laksanakan dua kali. Pertama tanggal 24 Oktober, kedua awal November,” ujar Thoha.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button