DPRD BalikpapanAdv

Cara Rancak Budiono Gali Aspirasi

Dengan pola pintu ke pintu lebih banyak aspirasi yang tergali.

Report: Taufik Hidayat I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Ada yang berbeda saat reses Wakil Ketua Parlemen Balikpapan, Budiono, di masa Sidang I tahun ini. Tak seperti reses umumnya dengan menghelat dialog. Legislator humble ini menggunakan pola yang begitu rancak.

Cara elok yang dilakukan Budiono dengan beringsut menyambangi warga, satu per satu, dari pintu ke pintu. Ia mengunjungi rumah konstituennya di Rt 38, 33, 27 Baru Ilir, dan di RT 14 Margo Mulyo, Rabu 3 Maret 2021. Ia mengambil langkah ini untuk menghindari kerumunan.

“Konidisi masih pandemi, sehingga saya memilih menjemput bola,” ujar Budiono, sambil mengatakan cara yang dilakukannya untuk mengenal warga lebih dekat. Dengan demikian, saat menggali aspirasi, mereka tak sungkan-sungkan menumpahkan keluhannya.

Budiono disambut kehangatan warganya, (TM)

Budiono berujar, reses rancak dengan pola jemput bola dilakukan selama dua hari berturut-turut. Dari tanggal 2-3 Maret. Pada tanggal 2, lokasi yang dikunjungi di antaranya, di RT 45, 22, 44, 19 Margomulyo, RT 2 dan RT 3 Baru Ulu, RT 17 Baru Ilir.

“Untuk menghindari penyebaran Covid 19,” katanya. Hasilnya, ia menyimpulkan jemput bola pintu ke pintu dinilai lebih efektif. Alasannya, warga tidak sungkan dan jauh lebih terbuka. Selain itu, mereka bisa mengisi form yang disediakan sebelumnya.

“Kunjungan dari rumah kerumah lebih efektif, karena saya bisa mendengar keluhan secara langsung. Bukan itu saja, saya bisa melihat kondisi dan kekurangan warga secara langsung,” ujarnya. Dengan cara ini, aspirasi yang digalinya pun jauh lebih banyak.

Di antaranya, keluhan ihwal infrastruktur, drainase, gang, dan semenisasi jalan. “Termasuk permintaan infrastruktur di bidang pendidikan,” tutur politisi senior PDI-P, ini.

Keluhan lain, masih seputar masalah klasik. Yakni, sulitnya warga memperoleh air bersih PDAM. “Sejak lama mereka mengajukan pemasangan dan penyambungan PDAM, tapi sampai saat ini belum terealisasi,” ujar Budiono. Keluhan lain terkait penerangan jalan umum, yang sejak lama padam.

“Dan sampai sekarang belum ada perbaikan. Kalau malam jadi terasa begitu gelap,” ujarnya. Hasil keluhan warga, sambung Budiono, telah dicatat, dihafal dan akan diperjuangkannya. Ia juga meminta pada pelayanan publik terkait  untuk menyegarakan apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

I Adv

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button