Ekonomi

Cadangan Devisa Anjlok

Bayar utang pemerintah.

Report: Maya| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa nasional di akhir Maret sebesar US$ 121 miliar.

Jumlah ini anjlok US$ 9,4 miliar dibanding bulan sebelumnya. Penurunan terjadi lantaran digunakan untuk pelbagai kebutuhan. Antara lain untuk membayar utang pemerintah.

“Penurunan ini US$ 2 miliar untuk utang pemerintah jatuh tempo, dan US$ 7 miliar untuk stabilisasi rupiah, khususnya pada minggu kedua dan ketiga,” papar Gubernur BI, Perry Warjito.

Dalam briefing perkembangan ekonomi terbaru, Perry menjelaskan, pada pekan kedua dan ketiga terjadi kepanikan global yang mendorong investor melepas saham, obligasi.

“Di situ peran BI berada di pasar,” katanya. Ia mengklaim cadangan devisa masih cukup. Sebab kembali akan bertambah seiring meredanya volatilitas pasar.

Intervensi BI tidak perlu lagi terlalu besar. Meski cadangan devisa masih cukup, Perry menyatakan BI masih memiliki pertahanan lapis dua berupa kerja sama dengan pelbagai bank sentral.

Ia mencontohkan, seperti bilateral swap dengan bank sentral China sebesar US$ 30 miliar, Jepang sekitar US$ 22,75 miliar, Singapura US$ 7 miliar, dan Korea Selatan US$ 10 miliar.

“Ini second line of defense kalau diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button