Politik

Budiono, Penjaga Marwah DPRD Balikpapan

Budiono.

TimurMedia.com:

Ketua Badan Kehormatan DPRD Balikpapan, Budiono Sastro Prawiro. (dok)

Rep: Basir | Red: Basir Daud

TIMUR MEDIA – Tak ada yang bisa menebak nasib. Tetapi dengan kekuatan tekad, bisa saja mengubah masa depan. Setidaknya ini yang dialami Budiono Sastro Prawiro.

Perantau asal Madiun, anak bungsu dari empat bersaudara ini pernah merasakan getirnya kehidupan. Tapi, ia tak diam memasrahkan.

Budiono tak lelah berjuang. Menikmati proses demi proses kehidupan. Bergerak melawan rintang, menuju kesuksesan seperti yang dirasakannya sekarang.

Budiono akrab dengan kepahitan lantaran hidup miskin sejak kecil. Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya.

Usai menamatkan pendidikan Sekolah Guru Olahraga Negeri Madiun tahun 1990 ia memutuskan merantau ke Padang, Sumatera Barat. Tapi tak bertahan lama.

Budiono hanya sanggup bertahan enam bulan. Kemudian kembali ke Pulau Jawa: untuk menjadi pengangguran.

Setahun berikutnya, ia merantau ke Balikpapan tapi hanya bisa menjadi kuli bangunan.

Ia berkisah, “Waktu sampai di Balikpapan saya kerja apa aja, serabutan gitu. Pernah juga jadi kuli bangunan.” Pekerjaan itu dilakoninya selama beberapa bulan.

Setelah beberapa bulan bersusah-susah, akhirnya Budiono diterima bekerja di perusahaan swasta di Kalimantan Timur.

Kerja keras Budiono sebagai porter di Bandara Balikpapan berbuah manis hingga beberapa tahun ia menekuni dunia ekspedisi. Sampai kemudian menjadi Direktur di PT. Primanusa.

Saat menjadi pengusaha, ia mulai melirik dunia politik.  Tahun 1999, ia terjun ke partai dan memilih parpol berlambang Banteng. Tapi jangan dikira jabatannya mentereng.

Di parpol itu, ia hanya  didapuk sebagai Satgas kelurahan. “Sosok bung Karno dan Ibu Megawati membuat saya tertarik ikut kampanye PDI pada masa SGO dulu,” ujar Budiono.

Awal masuk PDI, keluarga Budiono sempat melarang lantatan sang paman seorang lurah, mengingat di masa orde baru sebagai pejabat pemerintah haruslah bergabung dengan partai Golkar.

Namun ia tetap memertahankan keinginanannya bergabung dengan partai oposisi Orba. Feeling Budiono tidak salah.

Di titik ini lah awal karir politiknya moncer. Lima tahun menjadi Satgas, ia diamanahi menjadi pengurus ranting Kecamatan Balikpapan Barat.

Tahun 2009, diangkat jadi anggota pengurus Dewan Perwakilan Cabang PDIP Balikpapan. Ia mencoba peruntungannya menjadi anggota dewan.

Namun, belum berhasil menjadi calon legislatif di tingkat pemerintahan. Ia gagal mendapat suara untuk meraih kursi di DPRD Balikpapan. Dari kegagalan itu, Budiono belajar.

Nyaris saban pekan ia berkeliling ke masyarakat. “Setiap kesempatan bertemu masyarakat, saya selalu menekankan jangan alergi dengan politikus,” pesan Budiono.

Alasannya, sambung Budiono, karena kebijakan pemerintah tidak terlepas dari campur tangan politik.

“Anggota DPR sangat berperan menentukan kebijkan pemerintah guna mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera,” tuturnya, mengenang awal-awal memberi pendidikan politik bagi warga.

Tahun 2014, Budiono kembali mencoba menjadi caleg. Kali ini tak sia-sia, sebanyak 2.400 suara rakyat berhasil mengantarkannya menjadi anggota DPRD Balikpapan.

Bahkan, didapuk menjabat Wakil Ketua Komisi I dan menjadi ketua Fraksi PDIP di DPRD Balikpapan. Melejitnya karir politik Budiono bukan tanpa alasan.

Ia mengaku semua itu diperoleh lantaran berjibaku untuk memperjuangkan kemudahan perizinan usaha.

“Sekaligus mempercepat proses administrasi. Dan membuka lapangan kerja hingga pendataan masyarakat yang cepat dan akurat,” terangnya.

Dalam rotasi alat kelengkapan dewan, Budiono pun dipercaya di Komisi II untuk membenahi PKL di Balikpapan. Pada Pileg 2019 lalu, Budiono kembali mencalonkan diri sebagai caleg.

Dan ternyata, Budiono kembali berhasil lolos di dapil ‘neraka’, dengan meraih 2.232 suara. Empat inkumben di dapilnya pun harus rela tumbang karena sengitnya kompetisi.

Budiono, sang mantan kuli itu sukses menyulap nasibnya hingga dipercaya menjadi anggota parlemen dua kali.

“Doakan saya, Mas. Semoga selalu amanah mengemban tugas dari rakyat ini,” pinta Budiono. 

Periode sekarang, Budiono pun diamanahkan tugas menantang yang membanggakan. Ia didaulat menjadi Ketua Badan Kehormatan DPRD Balikpapan.

Tugas yang cukup berat untuk menjaga Marwah Parlemen Balikpapan. Mendisiplinkan para anggotanya di dewan.

Dalam pemilihan Wali Kota Balikpapan 2015, Budiono didaulat menjadi Ketua Tim Pemenangan. Ia berhasil mengantarkan Rizal Effendi dan Rahmad Mas’ud ke tampuk kekuasaan.

Kini, namanya pun mulai digaungkan dalam pentas Pilwali Balikpapan tahun depan. Ia digadang-gadang berpotensi mendampingi Rahmad Mas’ud.

🅣🅘🅜🅤🅡 🅜🅔🅓🅘🅐

Most Popular

To Top