Nasional

Besok, BPK Buka Borok Jiwasraya

Gedung Jiwasraya. (dok)

TimurMedia.com:

Report: Roby| Editor: Nina

TIMUR MEDIA – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna akan menyampaikan official announcement atau pengumuman resmi ihwal borok PT Asuransi Jiwasraya, yang tersandung kasus gagal bayar.

Pengumuman resmi itu akan digelar besok, Rabu 8/Jan/2020. BPK mensinyalir adanya skandal besar dalam kasus gagal bayar yang melibatkan perusahaan asuransi BUMN itu.

“Ini kompleks masalahnya. Tidak seperti yang teman-teman (media) duga. Ini jauh lebih kompleks daripada yang teman-teman bisa bayangkan,” ujarnya, Senin (6/1).

Agung mengungkap pihaknya telah menggandeng Kejaksaan Agung untuk melakukan investigasi sengkarut keuangan Jiwasraya, termasuk mengenai risk management.

Dalam pengumuman resmi mendatang, Agung berjanji BPK dan Kejagung akan mengungkap poin-poin penting. Namun, ia tidak merinci hal-hal yang akan dibeberkan BPK pada Rabu.

“Kita tunggu tanggal 8 Januari nanti. Kerugian negara kita hitung sebagai bagian dari proses investigasinya Jiwasraya,” tutur Agung.

Sebelumnya, BPK melalui Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I (IHPS) Tahun 2016 melansir bahwa pengelolaan dana investasi nasabah Jiwasraya dan pengelola dananya tidak menerapkan prinsip korporasi yang sehat. Praktik itu terjadi era 2014-2015.

Sengkarut lainnya terkait pembayaran komisi jasa penutupan kepada pihak terjamin. Menurut BPK, pembayaran itu tidak sesuai dengan besaran komisi yang dimuat dalam perjanjian kerja sama.

Begitu pula soal pencatatan piutang pokok dan bunga gadai polis yang belum sesuai nota dinas direksi Nomor 052.a.ND.K.0220066.

Lalu, kekurangan penerimaan atas penetapan nilai premi yang harus dibayarkan oleh PT BSP. Akibatnya, Jiwasraya gagal membayarkan klaim nasabahnya sebesar Rp 802 miliar di rentang Oktober 2018.

Bahkan, Kementerian BUMN juga mengungkapkan jika Jiwasraya banyak menempatkan dana investasi di saham-saham ‘’gorengan’’.

Kejaksaan Agung menyebut, sebanyak 95 persen dana investasi Jiwasraya ditempatkan di saham ‘sampah’.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan total dana yang diinvestasikan di saham tersebut mencapai Rp 5,7 triliun. Dana ini mencapai 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.

Bahkan, 98 persen dari dana investasi di reksadana atau senilai Rp 14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajemen investasi dengan kinerja buruk.

“Hanya dua persen yang dikelola oleh perusahaan manajemen investasi dengan kinerja baik.”

Burhanuddin menuturkan, ada potensi kerugian negara Rp 13,7 triliun dari penempatan investasi Jiwasraya.

“Angka ini perkiraan awal. Diduga akan lebih dari itu,” ujarnya. Kejagung telah mencekal 10 orang terkait pengusutan kasus tersebut, termasuk sejumlah pejabat teras Jiwasraya. 

“Jadi, Rabu (8/1) akan kami lakukan official announcement. Kami sudah berkomunikasi secara intensif dengan Jaksa Agung,” ujarnya.

Most Popular

To Top