Peristiwa

Belasan Tewas Tergulung Ombak

Reporter: Ryan I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Sebelas orang menjadi korban tewas tergulung ombak saat melakukan ritual di Pantai Payangan, Jember, Minggu 13 Februari 2022. Kelompok ritual itu bernama Tunggal Jati Nusantara.

Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo, menerangkan Sebanyak 20-21 orang terseret ombak saat melakukan ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Sesaat usai kejadian, para korban sempat hilang dan dalam pencarian tim SAR. Saat ditemukan ada yang sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sebelas orang dinyatakan tewas.

“Ada wisatawan yang tergulung ombak dan tenggelam. Mereka sedang melakukan ritual yang dipimpin seseorang,” ujar AKBP Hery Purnomo, dikutip dari detikJatim. Salah satu korban termasuk anggota kepolisian di jajaran Polres Bondowoso, Bripda Febriyan Duwi. Ia bertugas di Polsek Pujer, Bondowoso.

Terkait

Proses pencarian para korban dilakukan selama tiga jam. Korban terakhir ditemukan, tersangkut di batu karang. Guru spiritual dalam ritual itu selamat dari maut. Guru spiritual Tunggal Jati Nusantara berinisial yakni NH (35), warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember.

Bupati Jember Hendy Siswanto menjenguk korban yang dirawat di Puskesmas Ambulu. Ia juga melihat kondisi korban meninggal yang masih disemayamkan.

“Hari ini warga Jember sedang terkena musibah, jam 1 dini hari tadi, yang tergabung dalam Kelompok Tunggal Jati Nusantara, menjadi korban tergulung ombak di Pantai Payangan,” papar Hendy. Ia mengaku prihatin dengan musibah yang dialami 24 warga, saat ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu.

Ia baru tahu ada kelompok ritual yang bernama padepokan Tunggal Jati Nusantara di wilayah Jember.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button