Internasional

Belasan Ribu Warga Tolak Gunakan Masker

Mereka menilai pandemi sebagai konspirasi tingkat tinggi.

Pewarta: Maya I Editor: Nina

BERLIN, TIMUR MEDIA – Belasan ribu orang berunjuk rasa di Berlin, Jerman untuk menentang peraturan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan, Sabtu 1 Agustus 2020. Salah satu yang diprotes adalah kewajiban menggunakan masker. Hal itu dinilai sebagai perampasan hak dan kemerdekaan.

Para pengunjuk rasa menyebut aksi protes itu sebagai: Hari Kebebasan-Akhir Pandemi. Aksi ini dihadiri sekitar 17 ribu orang yang terdiri atas loyalis konstitusional dan kelompok anti-vaksin. Mereka menilai bahwa peraturan pemerintah terkait penanganan pandemi telah melanggar hal dan kebebasan masyarakat.

Sejumlah spanduk protes terbentang. Di antaranya bertuliskan, “Jangan berpikir! Jangan memakai masker!” Ada juga kelompok sayap kanan yang membawa bendera kekaisaran Jerman.

Pengunjuk rasa mengibarkan bendera kebebasan. (AP)

Mereka meneriakkan “Kami adalah orang bebas!”

Dalam aksi ini sempat terjadi kericuhan, yang menyebabkan sekitar 45 petugas polisi terluka. Aksi unjuk rasa itu dilakukan seraya menjuluki pandemi sebagai konspirasi tingkat tinggi.

Petugas mengalami luka-luka saat membubarkan kerumunan. Beberapa terkena pecahan kaca. “Tiga petugas dilarikan di rumah sakit,” ujar polisi setempat dikutip dari AFP, Minggu 2 Agustus 2020.

Para pengunjuk rasa mayoritas tidak menggunakan masker dan tidak melakukan jarak sosial 1,5 meter. “Kami adalah gelombang kedua,” teriak salah satu pendemo. Mereka terus melakukan perlawanan sengit. Polisi baru bisa membubarkan massa yang berkumpul ketika malam hari. Gerbang Brandenburg menjadi salah satu titik berkumpulnya massa pada Minggu (2/8).

Dari data Worldometers, Jerman mencatat 211.463 orang telah terinfeksi korona. Dari jumlah itu, 193.600 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Masih dari sumber yang sama, sampai Senin 3 Agustus 2020, tercatat ada 11.508.854 jiwa pasien korona di dunia sembuh.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button