Kaltim

Belasan Miliar Uang Negara Terselamatkan

Report: Robby| Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Kejaksaan Tinggi Kaltim, mengklaim telah berhasil menyelamatkan belasan miliar uang negara.

Kejati Kaltim merilis data penyelamatan uang negara dari kasus tindak pidana korupsi selama satu tahun belakangan.

Wakil Ketua Kejati Kaltim Sarjono Turin mengungkapkan sepanjang 2019, pihaknya mengklaim telah mengembalikan uang negara sebesar Rp 11,3 miliar.

“Secara keseluruhan, uang negara yang diselamatkan berasal dari 52 kasus yang telah dieksekusi oleh kejaksaan,” ujar Sarjono.

Ia mengungkapkan jumlah penyelidikan ada 16, penyidikan 24, penuntutan total seluruhnya 30, dan jumlah perkara yang telah inkrah 52 perkara.

Sarjono menjelaskan belasan miliar dari puluhan kasus berasal dari hasil korupsi yang ditindak di kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara.

Menurutnya uang negara berjumlah Rp 11,3 miliar itu, berasal dari satu kota dan satu kabupaten di Kaltara. Sisanya di Kaltim. Terbesar ada di Bontang.

Sarjono merinci, dari kasus di Bontang uang negara yang berhasil diselamatkan sebesar sebesar Rp 4,1 miliar. Disusul Samarinda sebesar Rp 3,4 miliar, kemudian Kutai Timur Rp 2,2 miliar, lalu Bulungan Rp 719 juta.

Berikutnya, Berau Rp 422 juta, Tarakan Rp 177 juta, selanjutnya Kutai Kartanegara Rp 101 juta, Kabupaten Paser Rp 100 juta, dan Kutai Barat Rp 89 juta.

Sarjono menjelaskan, kasus terbanyak yang dieksekusi terdapat di Bontang. Dengan jumlah 15 kasus. Adapun uang negara yang diselamatkan yakni Rp 4,1 miliar.

“Adapun posisi kedua ditempati Samarinda. Dengan nilai penyelamatan uang negara Rp 3,4 miliar. Ini berasal dari tujuh kasus yang berbeda,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Sarjono, Kutai Timur dengan dua kasus, Bulungan dengan empat kasus. Di luar kasus tersebut masih ada kasus korupsi yang sedang tahap penyelidikan, penyidikan, dan persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Yang sudah kita selamatkan ini kasus yang sudah diproses. Ada juga yang sedang berjalan,” ujarnya.

Saat ini, sambung Sarjono, ada pula laporan masyarakat yang sedang ditelaah dan dikaji di Kejati Kaltim. Ia menjamin jika data korupsi yang dilaporkan memenuhi alat bukti, maka akan segera ditindaklanjuti.

“Kalau terpenuhi, akan dilanjutkan dengan kegiatan penyelidikan,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button
Close
Close