HistoriaMozaik

Qurban; Belajar Ikhlas dan Sabar


Qurban; Belajar Ikhlas dan Sabar
Oleh: Ickur
Ketua LAKPESDAM NU Kota Balikpapan

Tanggal 10 Dzulhijjah disebut idul adha (عِيْدُ الأَضْحَى) secara bahasa terdiri dari dua kata yaitu ied (العِيْد) dan adha (الأَضْحَى). Lafaz ied artinya hari raya, sedangkan lafaz adha (الأَضْحَى), adalah bentuk jamak dari kata udhhiyyah (الأُضْحِيَّة). yang artinya “hewan yang dijadikan kurban”.

Tanggal 10 Dzulhijjah disebut juga yaumun nahri yang artinya hari penyembelihan, sedangkan tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah disebut dengan istilah hari-hari tasyriq (أيام التشريق). Tasyriq (التَّشْرِيْق) adalah Isim mashdar dari kata syarraqa (شَرَّقَ) yang bermakna membuat dendeng, yakni mengiris-iris dan menyayat daging kemudian menjemurnya sampai kering supaya daging jadi awet.

Tanggal 10 Dzulhijjah sering juga disebut hari raya Qurban. Qurban berasal dari kata
قرب – يقرب – قربانا
Ada 11 Kata turunan Qurban dalam Al Qur’an dan disebutkan sebanyak 96 kali. Yang artinya dekat, yaitu pendekatan diri kepada Allah secara ikhlas.

Hukum menunaikan qurban adalah sunah muakkad untuk setiap orang dan sunah kifayah untuk satu keluarga. Artinya, apabila salah satu dari anggota keluarga telah menunaikannya, maka anjuran tersebut gugur bagi anggota keluarga yang lain. Namun qurban bisa menjadi wajib apabila qurban tersebut dinadzari.

Ibadah qurban adalah bentuk i’tibar (mengambil pelajaran) dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Yang di dalamnya terdapat dua nilai penting, Al-Qur’an dalam Surah Ash Shaffat ayat 99 -111 merekam kisah ketika Nabi Ibrahim meminta pendapat anaknya, yakni Nabi Ismail akan mimpi yang dialaminya.
يابني أني ارى في المنام أني أذبحك
“Wahai anakku, sungguh aku melihat dalam tidurku di mana aku sedang menyembelih kamu”.
فانظر ما ذا ترى
“Maka aku minta bagaimana pendapatmu”

Sebagai Ghulamun Halim (غلام حليم) atau anak yang santun, Nabi Ismail dengan tegas menjawab
با ابتي
“Wahai Ayahku”
افعل ما تأمر
“Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”
ستجدني ان شاء الله من الصابرين
“Kamu akan melihat atas izin Allah aku adalah bagian dari orang-orang yang bersabar”.

Atas keikhlasan Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah dan kesabaran nabi Ismail menerima ujian dari Allah maka kisah mereka menjadi pelajaran yang bernilai ibadah.

Pertama
وفديناه بذبح عذيم
“Dan kami menggantinya dengan sembelihan yang besar”. Yang sekarang kita peringati dengan Idul Qurban.

Kedua
وتركنا عليه في الآخرين سلام على ابراهيم
“Dan kami meninggalkan pujian kepada Ibrahim dari orang-orang di masa yang akan datang”.

Bagi umat Islam yang menunaikan shalat fardhu disunnahkan untuk membaca shalawat kepada nabi ibrahim dan keluarganya.
كما صليت على سيدنا ابراهيم و على آلي سيدنا أبراهيم.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button