Kaltim

Beasiswa Kaltim Tuntas Siapkan Puluhan Miliar

Report: Yoyo I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Pemprov Kaltim tahun ini kembali membuka pendaftaran Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan. Target penerima beasiswa lebih dari 6.500 orang. Total anggaran yang disiapkan untuk sementara sebesar Rp 88 miliar.

Hal itu diutarakan Kepala Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas, Iman Hidayat, Kamis 25 Maret 2021. Ia memaparkan pihaknya tidak bisa menargetkan jumlah pasti siswa dan mahasiswa yang akan diterima. Sebab besaran uang kuliah tunggal tiap mahasiswa berbeda-beda.

“Jadi, jumlah penerima akan menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Tapi untuk total penerima kategori tuntas dan stimulan harus lebih besar dari 6.500 orang,” terang Iman Hidayat.

Pendaftaran beasiswa Kaltim tuntas resmi dibuka melalui situs Pemerintah Kaltim, di: beasiswa.kaltimprov.go.id. Pendaftaran bisa dilakukan mulai 25 Maret 2021 hingga 12 Mei 2021. Pendaftaran dibuka 25 Maret 2021, mulai pukul 16.00 Wita.

Beasiswa ini diberikan kepada pelajar dan mahasiswa Kaltim dari pelbagai kategori. Mulai kategori beprestasi, anak dan cucu veteran, penghala kitab suci, hingga mereka yang masuk kategori tidak mampu.

Gubernur Kaltim Isran Noor saat meluncurkan program Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan pada 2019 silam. (dok)

Gubernur Kaltim Isran Noor berharap beasiswa kali ini dapat membantu masyarakat untuk menempuh pendidikan. Namun, ia mengingatkan agar dipahami bahwa tidak semua bisa mendapat beasiswa itu lantaran keterbatasan anggaran.

Sehingga ada beberapa kriteria yang diatur Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas.  “Artinya harus bisa memahami kalau misalnya ada yang tidak mendapat kesempatan,” papar Isran.

Alokasi dana untuk Beasiswa Kaltim Tuntas 2021 dari anggaran murni adalah Rp 88 miliar. Pada 2020, anggaran murni untuk beasiswa ini mencapai Rp 67 miliar, sedangkan tahun 2019 anggaran murni mencapai Rp 89 miliar. Sedangkan untuk anggaran murni dan perubahan pada 2019 mencapai Rp 168 miliar dan anggaran murni serta perubahan pada 2020 mencapai Rp 165 miliar.

Untuk tahun ini, ada perubahan formula yang memberi peluang lebih besar kepada mahasiswa dengan IPK tinggi. Selain itu untuk yang berkuliah di program studi dan universitas yang memiliki akreditasi selain A, yakni akreditasi minimal B untuk kategori Tuntas dan akreditasi minimal C untuk kategori Stimulan.

Perubahan lain, beasiswa bagi mahasiswa yang mengenyam pendidikan di luar negeri juga tidak ada untuk tahun ini. Pemerintah Kaltim akan lebih fokus pada mahasiswa dalam negeri.

“Kalau untuk satu  orang kuliah di luar negeri, beasiswanya bisa buat 10-20 orang yang kuliah di dalam negeri. Jadi terlalu mahal, jadi itu kira-kira pertimbangannya. Itu pun rata-ratanya hanya 30-40 persen yang diterima setiap tahun,” jelas Isran.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button