Kaltim

Bea Cukai Kaltim Musnahkan Rokok Ilegal

Negara berpotensi dirugikan sampai ratusan juta rupiah.

Reporter: Hendra I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Direktorat Jenderal Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur memusnahkan sebanyak 552 ribu batang rokok ilegal. Rokok tanpa cukai yang dimusnahkan itu hasil penindakan selama setahun terakhir, yakni dari periode April 2019 sampai April 2020.

Kabid Penindakan dan Penyelidikan DJBC Kalbagtim, Zaini Rokhman, pada Senin 22 Juni 2020, mengingatkan rokok ilegal adalah contoh yang salah dalam melakukan usaha. Untuk itu pihaknya meminta agar para pelaku usaha mentaati aturan bisnis kena cukai.

“Bukan hanya rokok tapi juga minuman keras dan liquid vape yang sudah ada ketentuannya harus kena cukai,” jelasnya di Balikpapan. Rokok ilegal ini juga dipasarkan sangat murah dan diminati karena dijual dengan harga di bawah Rp 10 ribu per bungkus.

Menurutnya dari ratusan ribu batang rokok itu jika dikonversi mencapai Rp 244 juta. Dengan angka sebesar ini berpotensi merugikan negara sebesar Rp 201 juta. “Pemusnahan ini telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Balikpapan,” jelas Zaini.

Sebab, tanpa persetujuan KPKNL barang ilegal tidak dapat dimusnahkan. Pemushanan itu juga disaksikan langsung Kepala KPKNL Balikpapan Chairiah.

Bea Cukai, sambung Zaini, tak hanya melakukan penindakan. Namun juga tetap melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait cukai. Sosialisasi itu dilakukan melalui komunikasi dan publikasi media dan bekerja sama dengan pemkot serta kabupaten di Kalbagtim.

“Bersama-sama kita perlu membendung peredaran produk-produk ilegal di Kaltim,” katanya. Peredaran rokok ilegal dinilai melanggar pasal 54 Undang- Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai

Terkait rokok ilegal yang masuk ke Kaltim, menurut Zaini, sebagian berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rokok tanpa cukai ini dipasarkan di toko-toko kelontong. Pengiriman dilakukan melalui jalur ekspedisi.

Kendati demikian, belum ada tersangka yang diamankan terkait peredaran rokok ilegal karena merupakan barang temuan. “Rokok ini banyak diedarkan di kalangan pekerja informal di kawasan pertambangan dan perkebunan,” jelasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button