Politik

Bawaslu Samarinda Tindaklanjuti Kampanye Andi Harun

Reporter: Dwi I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Bawaslu Samarinda memastikan bakal menindak lanjuti laporan warga terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Andi Harun di acara KONI Kaltim pada Selasa Selasa 17 November 2020. Namun, Bawaslu tetap harus melengkapi bukti dugaan agar terpenuhi syarat formil dan materil.

Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin menjelaskan syarat formil yang dimaksud itu pihak yang melaporkan, waktu pelaporan tidak melebihi batas waktu. Kemudia ada kesesuaian tanda tangan pelapor dalam form laporan dan identitas, serta tanggal, juga waktu pelaporan.

Sedangkan syarat materil berupa identitas pelapor, nama dan alamat, peristiwa dan kronologi, waktu dan tempat peristiwa yang terjadi, saksi-saksi, serta barang bukti. Ia menilai laporan dugaan pelanggaran kampanye Andi Harun dengan mengangkat dua jari di acara KONI itu masih belum memenuhi syarat materil.

“Sebab, tidak ada saksi jelas yang disampaikan pelapor. Padahal, kehadiran saksi sangat penting untuk menjelaskan peristiwa yang dilihat saat di lokasi kejadian,” terangnya, belum lama ini. Abdul Muin bilang,  belum ada juga bukti video yang diserahkan pelapor untuk menguatkan dugaan pelanggaran kampanye.

Ia juga menjelaskan terkait status pelapor yang dinilai belum jelas. Pelapor, katanya, orang yang memang mengetahui persis peristiwa tersebut. “Tapi sampai saat ini kami terus minta supaya yang bersangkutan bisa proaktif menyampaikan. Kalau tidak, nanti kami coba telusuri sendiri,” ujarnya.

Gani, pelapor dugaan kampanye dua jari Andi Harun di acara KONI Kaltim, mengaku kapasitasnya sebagai pemerhati olahraga di Samarinda. Ia melaporkan dugaan kampanye itu berawal dari unggahan seseorang di media sosial facebook.

Kata Gani, dalam unggahan itu, Andi Harun mengacungkan 2 jarinya. Namun selang beberapa waktu, foto itu dihapus. Selain dari informasi di sosial media, Gani juga mendengar cerita langsung dari para atlet yang menghadiri acara tersebut.

“Dari foto tersebut kami menduga, kok sampai menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye? Itu dugaan kami. Diceritakan atlet yang datang, katanya ada suara yang menyebutkan coblos nomor 2. Tapi kami tidak tahu kebenarannya,” ujar Gani.

Gani juga belum memastikan apakah ada atlet di acara itu yang mengetahui kejadian detilnya, nantinya bisa dihadirkan langsung di Bawaslu Samarinda. Ia menekankan, foto tersebut sudah menjadi bukti.

“Menurut kami, ini dugaan pelanggaran. Asuransi ini kan dari pemerintah. Apalagi Hotel Harris itu disewa dan dibiayai menggunakan anggaran pemerintah. Lalu ada simbol tangan 2 jari,” jelasnya.

Ia juga meminta agar identitasnya dijaga. “Tolong kami dijaga juga soal data identitas kami. Sebab kami khawatir ada intimidasi dan segala macam. Kami berharap, Bawaslu Samarinda bisa menindaklanjuti.”

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button