Balikpapan

Bawaslu Hentikan Laporan Rahmad-Thohari

Report: Taufik Hidayat I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA – Bawaslu Balikpapan akhirnya memutuskan kegiatan para pendukung kotak kosong di lapangan Merdeka tidak masuk dalam pelanggaran pemilu. Hal itu diputuskan setelah melakukan evaluasi terhadap laporan kuasa hukum Rahmad Mas’ud – Thohari, Agus Amri.

Kegiatan yang dihelat pada Minggu 27 September 2020, dinilai Bawaslu bukan termasuk pelanggaran pemilu.

Komisioner Bawaslu Kota Balikpapan Dedi Irawan mengatakan, keputusan diambil setelah melalui hasil kajian dari bukti serta keterangan saksi pelapor dan terlapor. Termasuk keterangan para ahli yang telah disimpulkan.

“Tidak masuk kategori kegiatan kampanye. Alasannya subjek dan objek tidak masuk kualifikasi kegiatan kampanye sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 10 tahun 2016,” ujar Koordinator Divisi Bidang Penyelesaian Sengketa Bawaslu Balikpapan, itu.

Dedi mengatakan Bawaslu Balikpapan kemudian menghentikan laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilayangkan Kuasa Hukum Pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis, Agus Amri terhadap Ketua Tim Pemenangan Kolom Kosong Abdul Rais.

“Bawaslu Balikpapan menghentikan Laporan Nomor: 01/LP/PW/Kota/23.02/IX/2020 tanggal 28 September 2020,” tegasnya. Namun, ia menekankan dugaan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan lain bukan kewenangan Bawaslu.

Bawaslu Balikpapan juga mengingatkan Ketua Tim Pemenangan Kolom Kosong agar mematuhi ketentuan Pasal 28 Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2017 dalam melakukan sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat dalam pemilihan.

Ketua Tim Advokasi Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan Rahmad-Thohari, Agus Amri S.H menerima keputusan tersebut dan akan menempuh jalur pidana umum ke Kepolisian.

“Ya benar kami sudah terima laporan kami ke Bawaslu Balikpapan dihentikan karena bukan ranah Bawaslu. Artinya ada tindak pidana umum yang masuk ranah kepolisian yang berwenang,” ujar Agus.

Saat ini pihaknya sedang melakukan kajian di internal untuk selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke ranah Kepolisian.

“Dalam minggu-minggu ini kami akan segera melaporkan ke Kepolisian entah ke Polresta Balikpapan atau ke Polda Kaltim saat ini masih kami kaji,”beber Agus.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button