Kaltim

Bantuan Keuangan Dipotong

Report: Robi| Editor: Faisal

TIMUR MEDIA – Pemerintah Provinsi Kaltim menyusun simulasi anjloknya perekonomian, termasuk pendapatan untuk APBD 2020.

Dari simulasi yang disusun, diprediksi terjadi penurunan pendapatan sebesar 25 persen. 

Turunnya pendapatan APBD Kaltim, berdampak bagi bantuan keuangan atau bankeu Pemerintah Provinsi Kaltim kepada 10 kabupaten/kota di provinsi ini.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Senin 6 April 2020. Ia mengatakan sekitar 25 persen pemotongan bankeu tahun ini akan dilakukan ke seluruh kabupaten kota.

“Belanja bantuan keuangan ke kabupaten kota dari Rp 1,67 triliun menjadi Rp 1,25 triliun. Turun 417 miliar atau turun 25 persen,” ujar Hadi, melalui video konferensi pada wartawan, Senin.

Wagub Hadi berujar, Gubernur Kaltim Isran Noor pada Minggu 5 April, telah menandatangani surat kepada pemerintah 10 kabupaten kota se-Kaltim. Surat itu terkait pemberitahuan bahwa bankeu akan dipotong 25 persen.

“Teknis pemotongannya, nanti kita serahkan ke DPRD Kaltim atau kabupaten kota,” papar Wagub Hadi.

Ia menerangkan, “Nanti Sekda akan bicara lagi secara teknis kepada DPRD Kaltim, bagaimana komposisi pemotongan bankeu 25 persen dan pemotongan belanja SKPD.”

Selain bankeu yang turun, akan ada penyesuaian belanja bagi hasil pajak kabupaten kota dengan realisasi pendapatan yang turun.

Ia mengungkapkan dalam simulasi APBD Kaltim Perubahan tahun 2020, terjadi penurunan total pendapatan dari Rp 11,84 triliun menjadi Rp 8,81 triliun atau turun 25 persen sebesar Rp 3,03 triliun.

“Penurunan Pendapatan Asli Daerah turun dari Rp 6,77 triliun menjadi Rp 5,08 triliun.”

Begitu pula penurunan pada Dana Bagi Hasil dari Rp 4,98 triliun menjadi Rp 5,08 triliun. Akibatnya terjadi penurunan belanja 25 persen dari anggaran semula Rp 12,29 triliun menjadi Rp 9,21 triliun.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button