Bencana Alam

Banjir Lahar Semeru, Ratusan Orang Mengungsi

Report: Janu I Editor: Abi K

TIMUR MEDIA – Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Puncak Gunung Semeru, membuat banjir lahar hujan di Lumajang, Jawa Timur, terus membesar. Akibatnya warga panik dan berlarian menuju tempat pengungsian darurat. Musibah ini mengakibatkan sedikitnya 175 orang terpaksa mengungsi.

Material banjir lahar dingin Gunung Semeru itu berupa lumpur bercampur pasir dan batu menerjang aliran Sungai Bondeli di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Lumajang, Sabtu 12 Desember 2020.

Banjir lahar dari Gunung Semeru terus bertambah besar, lantaran kawasan puncak diguyur hujan deras sehingga membawa material vulkanik yang masih panas. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.

Namun, sempat dikabarkan terdapat sebuah truk terseret banjir lahar hujan sejauh 40 meter. Banjir lahar hujan Gunung Semeru ini membuat warga panik dan lari ke pengungsian. Warga langsung membawa anak-anak, balita dan lansia ke tempat pengungsian.

Menurut warga Desa Sumber Wuluh, Marsid, banjir lahar hujan kali ini dua kali lebih besar dibanding sebelumnya. Sehingga membuat warga cemas. Warga khawatir tanggul sungai jebol dan menerjang permukiman warga.

“Saya terpaksa mengungsi karena banjir kali ini dua kali lebih besar dari pada sebelumnya. Banyak warga mengungsi khususnya Bondeli Selatan,” ujar Marsid, dilansir Detik. Jumlah pengungsi ada 175 jiwa dari 64 kepala keluarga. Di antaranya 19 orang lansia, dan 29 anak-anak serta balita.

Kepala Dusun Bondeli Selatan, Marzuqi, mengamini warga yang mengungsi di tenda darurat sekitar 175 jiwa. Warga berharap pengalihan jalur lahar yang telah dilakukan para penambang pasir bisa efektif, agar banjir lahar hujan Gunung Semeru tidak sampai ke permukiman warga.

“Mudah-mudahan pengalihan arus masih kuat sehingga keselamatan masyarakat tidak terancam,” ujar Marzuqi.

Di sosial media, beredar pula video yang menampilkan sebuah dump truk di Lumajang, terseret arus lahar dingin. Diketahui truk tersebut adalah milik salah satu penambang pasir. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi di Sungai Bondeli, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang pada Sabtu (12/12) sore.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, truk itu terseret arus lahar dingin lantaran nekat menambang meski sebelumnya sudah dilarang. “Tidak jelas kronologinya. Tapi yang jelas di Bondeli sudah diberi papan peringatan tidak boleh menambang selama keadaan Semeru masih seperti ini,” ujar Wawan.

Ia memperkirakan, truk itu terseret sampai 50 meter. Beruntung, sopir berhasil menyelamatkan diri dari lahar dingin yang membawa material vulkanik dan bebatuan. “Untung tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button