Bencana Alam

Banjir Bandang Luwu Telan Belasan Korban

Bencana itu datang tiba-tiba saat warga terlelap.

Report: Nina I Editor: Basir

TIMUR MEDIA – Banjir bandang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada Senin 13 Juli 2020 malam. Sampai Selasa (14/7), jumlah korban terdampak menembus 4.930 keluarga. Korban jiwa juga terus bertambah mencapai 16 orang yang dinyatakan meninggal dunia. Kerugian materi tidak terhingga lantaran ribuan keluarga dari enam kecamatan ikut terdampak.

Keenam kecamatan itu, Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Dua kecamatan mengalami bencana paling parah, yakni Baebunta dan Masamba.

Tim penyelamat segera meluncur ke lokasi. Mereka terdiri dari Basarnas Makassar, BPBD Luwu Utara bersama TNI POLRI dan para relawan melakukan pencarian terhadap 46 orang yang dilaporkan hilang dalam bencana banjir bandang itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Luwu Utara, Muslim Muchtar, menyatakan warga melaporkan puluhan anggota keluarga mereka hilang dan masih dalam pencarian. Peristiwa yang dilaporkan ke Basarnas Makassar pada Senin malam pukul 23.23 Wita itu, terjadi secara tiba-tiba saat warga umumnya sedang beristirahat di rumah.

Untuk 16 jenazah yang sudah bisa dievakuasi saat ini berada di RS Hikmah, RS Andi Djemma, dan Puskesmas Baebunta. “Namun, puluhan rumah masih tertutup lumpur. Banyak rumah yang kelihatan hanya atapnya,” ujar Muslim.

Pihaknya terus berupaya melakukan pembersihan jalan poros yang tertutup material lumpur bercampur pasir. “Ini terus kami lakukan agar akses jalan bisa dibuka karena lokasi itu merupakan Jalan Trans-Sulawesi,” jelasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan BPDB Sulawesi Selatan, Ishak, memastikan pihak Pemprov sudah bergerak membawa bantuan bahan pokok dan perlengkapan yang dibutuhkan warga. Para korban terdampak saat ini membutuhkan makanan siap saji, air bersih, air mineral, dan obat-obatan.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, juga mengaku bantuan sudah datang dari sejumlah daerah tetangga. “Dari Palopo menangani bagian barat, Luwu Timur membantu di timur.” Dalam kejadian itu, rumah jabatan bupati juga terendam air bah.

“Saya menumpang sementara di rumah seorang pejabat pemkab,” ujarnya. Bencana itu terjadi setelah hujan deras melanda wilayah tersebut. Menurutnya tiga sungai meluap, Sungai Masamba, Rongkang, dan Sungai Rada, menyebabkan banjir bandang.

Beberapa hari sebelumnya, banjir juga menerjang Kabupaten Luwu dan menyebabkan 2.970 keluarga terdampak. Di Aceh Barat, 1.641 warga di Kecamatan Johan Pahlawan, terdampak banjir rob. Warga tersebar di empat desa sepanjang pesisir Samudra Hindia.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button