Balikpapan

Balikpapan Kehilangan Putra Terbaik

Thohari memiliki riwayat penyakit diabetes.

Report: Taufik I Editor: Isnan

TIMUR MEDIA – Meninggalnya Wakil Walikota Balikpapan terpilih, Thohari Azis menyisakan kesedihan banyak kalangan.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Efendi, salah satunya. Menurutnya, tak hanya dirinya, tapi Balikpapan kehilangan putra terbaiknya. Thohari wafat pada Rabu 27 Januari 2021. Ia menutup usianya di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

“Kita kehilangan calon pemimpin kota yang terbaik dan kita betul-betul sedih,” ujar Rizal Effendi disela-sela pelepasan jenasah, Rabu malam.

Menurutnya, Thohari adalah sosok yang baik. Ia berjuang dari bawah melalui perahu PDIP. Ia mengaku sempat berjuang bersama saat dirinya diusung PDIP kala maju sebagai calon Wali Kota. “Secara pribadi saya berhutang budi banyak terhadap beliau,” kata Rizal.

Rasa kehilangan turut dialami Wali Kota Balikpapan rerpilih Rahmad Mas’ud. Ia adalah pasangan Thohari Aziz saat Pilkada Balikpapan 9 Desember 2021.

Awal mendengar wakilnya meninggal dunia, ia merasa terkejut. “Tapi mungkin ini terbaik untuk beliau, padahal niat beliau ingin memajukan Balikpapan bersama saya,” ujar Rahmad Mas’ud. Ia pun menyampaikan permohonan maaf bila saat sosialisasi masa kampanye lalu, almarhum punya kesalahan.

“Kami berharap kepada warga Balikpapan kalau ada kesalahan beliau agar dimaafkan. Kita doakan kepergian almarhum, Insya Allah husnul khotimah,” ujar Rahmad.

Kesedihan juga dirasakan Wakil Ketua Parlemen, Sabaruddin Panrecalle. Ia tampak tak kuasa menahan haru saat melepas kepergian jenazah Thohari Azis di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, Rabu malam.

“Saya atas nama pimpinan DPRD Balikpapan mengucapkan duka sedalam-dalamnya. Sahabat kami, teman kami, sekaligus saudara kami Thohari Aziz meninggalkan kita semua pukul 17.30 Wita. Semoga beliau husnul khotimah,” ujar Sabaruddin.

Direktur RSPB M. Khairudddin, menjelaskan sejak dirawat Thohari punya keluhan sesak nafas. Kadar oksigennya menurun. Kondisi Thohari terus menurun pada Jumat (22/01) kadar oksigennya diangka 97, dan terus menurun di angka 94.

“Sekitar pukul 20.00 wita beliau dilarikan ke ICU karena mengalami sesak dan komorbid diabetes. Sedangkan sang istri tidak ada keluhan berat. Jadi istrinya sempat dirawat sebentar tapi setelah dikasih obat beberapa hari sehat dan hasil swabnya negatif sehingga boleh pulang,” terang Khairudddin.

Menurut Khairuddin, Thohari sempat mengeluhkan sesak nafas. “Oleh petugas langsung dibawa ke ruang ICU, kadar oksigennya turun lagi diangka 90,” jelasnya.

Sekretaris DPC PDIP Balikpapan, Budiono mengatakan, kondisi Thohari sempat membaik. “Tadi malam saya sudah melihat hasilnya (swab PCR) negatif. Tapi karena baru sekali hasil negatif, maka harus ditunggu dua kali negatif lagi,” jelasnya.

Thohari lebih memilih dirawat di rumah sakit lantaran mempertimbangkan proses isolasi bisa lebih maksimal. Budiono mengatakan, kondisi selama perawatan naik turun.

“Baru masuk ICU Minggu (24/1),” jelasnya. Ia tak menduga, ternyata Thohari meninggal dunia. “Saya mewakili keluarga mohon dimaafkan jika selama hidupnya beliau pernah melakukan kesalahan,” kata Budiono.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button