Hiburan dan Olahraga

Baim Wong Dihujat Netizen, Diingatkan MUI

Kakek Suhud mengaku sakit hati.

Reporter : Lina Tina| Editor : Tika Lestari

TIMUR MEDIA – Baim Wong banyak dihujat netizen gara-gara sikapnya dinilai tidak sopan saat memarahi seorang kakek yang meminta uang kepadanya. Pelbagai komentar negatif menghujaninya saat videonya viral. Bahkan, pihak Majelis Ulama Indonesia turut mengingatkan Baim Wong.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas, menilai Baim Wong sebagai manusia biasa pasti tak lekang dari kesalahan. Baim diminta segera meminta maaf secara langsung kepada kakek tersebut.

“Siapa pun yang membuat kesalahan, termasuk misalnya Baim Wong atau siapa pun orangnya, maka sebaiknya meminta maaf,” ujar Anwar, dikutip dari Detik, Rabu 10 Oktober 2021.

Anwar tidak tahu apa yang membuat Baim Wong memarahi kakek tersebut. Tapi, yang pasti, Anwar meyakini ada latar belakang yang membuat Baim marah terhadap kakek itu.

“Saya berharap sebaiknya kita kembangkan baik sangka agar hidup ini terasa nikmat dan indah untuk kita alami dan jalani bersama,” ujarnya.

Melalui akun Instagramnya, Baim Wong menuliskan permintaan maaf terbuka.

“Maap untuk kesalahan saya..Untuk Kakek Suhut ..Maap ya .. saya salah..Seharusnya saya bisa lebih sopan..Banyak belajar saya..Kalau memang diijinkan..Insyaallah nanti kalau bisa, saya mau ketemu untuk bilang langsung..Sekali lg maap Pak,” tulis Baim.

Sang Kakek, Suhud Arif dalam sesi wawancara bersama Nikita Mirzani di YouTube Langit Entertainment, menjelaskan kronologis peristiwanya.

Suhud membantah pernyataan yang menyebutnya terus memepet motor yang dikendarai Baim Wong.

“Dia (Baim Wong) cerita yang bukan-bukan, katanya saya mepet dia, tapi kan motor saya jadul,” kata Suhud. Ia mengaku ingin menjual buku kepada Baim Wong.

“Saya tunjukin nggak mau tahu, buku-buku yang saya bawa. Saya diem aja, akhirnya dia ngeledek saya, orang ojol pada dipanggilin, dikasih duit,” beber Suhud.

Suhud Arif kemudian menangis saat mengingat kejadian tersebut. “Saya jadi trauma, kok gini, kok gini, nggak biasanya,” desahnya lirih.

Dari peristiwa itu, ia mengaku hatinya terusik. “Sakit hati juga, mbak disebut pengemis, tapi namanya orang kecil ya saya diam saja. Saya duduk saja merenungi diri sendiri,” jelasnya.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button