Balikpapan

Asrama Haji Disiapkan untuk Isolasi

Report: Hendra| Editor: Doni

TIMUR MEDIA – Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan sebanyak 226 kamar Asrama Haji Batakan Balikpapan siap digunakan untuk ruang isolasi.

Ruangan itu nantinya akan digunakan untuk orang dalam pemantauan atau ODP dan pasien dalam pengawasan, PDP. Informasi ini disampaikan Rizal pada Selasa 7 April 2020.

Rizal menjelaskan, Asrama Haji Batakan akan menjadi alternatif, jika 14 rumah sakit tak bisa menampung lagi ODP maupun PDP.

“Jadi jika ada yang tidak tertampung di rumah sakit, akan dirawat di Asrama Haji Batakan,” jelas Rizal.

Pemerintah Balikpapan, ujar Rizal, hanya mengusulkan ke Pemerintah Provisni Kaltim untuk diteruskan ke Kemenkes dan Kemenag. Paling tidak asrama ini bisa digunakan untuk isolasi sampai H-10 persiapan jamaah haji.

“Gubernur Kaltim yang diteruskan ke Dirjen Haji Umroh dan Kemenkes kemudian baru keluar surat, Asrama Haji bisa digunakan,” ujarnya.

Nantinya, ujar Rizal, ODP dan PDP yang dirawat di Asrama Haji ini, hanya yang memiliki gejala berat. Pemerintah Balikpapan juga menyiapkan hotel bagi tenaga medis.

“Sudah keluar izinnya. Jadi siap digunakan ini Asrama Haji,” kata Rizal.

Kepala Seksi Pelayanan Asrama Haji Batakan, Muchtar menjelaskan ada empat asrama yang siap digunakan untuk ruang isolasi. “Yakni ruang Quba, Khandaq, Mad Hujja, Raudah dan Zam-zam,” urainya.

Dalam satu kamar, ada dua sampai enam tempat tidur. Jumlah kamar seluruhnya sebanyak 855 unit.

“Tapi yang kami siapkan hanya sebanyak 226 kamar,” ujarnya. Selain itu disiapkan pula dua poliklinik untuk pelayanan kesehatan jika memang dibutuhkan.

Asrama Haji Batakan terletak sekitar 20 km dari kantor pemerintahan Balikpapan, atau 10 km dari Bandara Sepinggan.

Kompleks asrama dibangun di tepi pantai. Dari gerbang utama ada jarak lebih dari 100 meter untuk mencapai gerbang kompleks asrama. Seluruh bagian kompleks dipagar, termasuk pantai di sisi timur asrama.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button