NEWS

Artis Citata Diperiksa KPK

Report: Ryan I Editor: Dwi

TIMUR MEDIA – Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil artis Cita Citata dalam kasus suap bantuan sosial korona se-Jabodetabek yang telah menjerat bekas Menteri Sosial Juliari Batubara, Jumat 2 Maret 2021.

Cita Citata dalam agenda pemeriksaan dipanggil atas nama Cita Rahayu yang berprofesi sebagai seniman. Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Pejabat Pembuat Komitmen Matheus Joko Santoso.

Hal itu diungkapkan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. “Kami periksa Cita Citata dalam kapasitas saksi untuk tersangka MJS,” jelas Ali. Namun, sejauh ini belum diketahui apa yang akan didalami penyidik antirasuah terhadap Cita Citata.

Namun, nama Cita Citata sempat disebut didalam persidangan. Hal itu terungkap ketika Pembuat Komitmen pengadaan bansos sembako Covid-19 Matheus Joko Santoso menjadi saksi di sidang kedua terdakwa tersebut di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (8/3/2021).

Di persidangan, Matheus membeberkan rincian penggunaan Rp 14,7 miliar yang berasal dari “fee” perusahaan penyedia bantuan sosial sembako Covid-19. Dari 25 kegiatan yang dibiayai uang haram itu, pembayaran honor manggung Cita Citata di Labuan Bajo termasuk di dalamnya.

Selain Cita Citata, penyidik KPK turut memeriksa tiga pihak swasta. Yakni, Wempi swasta PT. Guna Nata Dirga; Rachmat Sulomo; dan Vijaya Fitriyasa. Mereka juga dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko.

Dalam kasus ini, Juliari diduga mendapatkan jatah sebesar Rp 10 ribu per paket bansos. Dari program bansos Covid-19, Juliari dan beberapa pegawai Kementerian Sosial mendapatkan Rp 17 miliar.

Sebanyak Rp 8,1 miliar diduga telah mengalir ke kantong politisi PDI Perjuangan itu. Juliari juga dijanjikan akan mendapat jatah selanjutnya sebesar Rp 8,8 miliar pada pengadaan bansos periode kedua.

Selain Juliari, KPK turut menetapkan dua pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, sebagai tersangka penerima suap. Adapun pemberi suap adalah pihak swasta bernama Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Dalam OTT itu, KPK mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 14,5 miliar berupa mata uang rupiah dan mata uang asing. Masing-masing berkisar Rp 11, 9 miliar, USD 171,085 atau setara Rp 2,420 miliar  dan SGD 23.000, setara Rp 243 juta.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button