Nasional

April, GeNose Digunakan di Bandara

Report: Ryan I Editor: Isnan Rahardi

TIMUR MEDIA –Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19. Dalam aturan tersebut, salah satu yang diatur yakni Genose dapat diterapkan di bandara dan pelabuhan mulai 1 April 2021.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan Kemenhub tengah menyusun Surat Edaran. “SE ini nantinya akan mengatur detil penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan orang di dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 ini,” kata Adita dalam pernyataan tertulisnya, Senin 29 Maret 2021.

Ia memastikan, Kemenhub segera menetapkan dan mensosialisasikan SE kepada masyarakat luas. Surat Edaran yang akan disusun Kemenhub ini berlaku sebagai ketentuan yang berlaku pada kondisi umum.

“SE ini tidak termasuk pengaturan di masa mudik atau libur lebaran yang akan diatur secara khusus,” ujarnya. Kemenhub, lanjutnya, meminta kepada seluruh operator transportasi termasuk stakeholder agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan baik oleh Satgas Covid-19. Begitu juga dengan SE Kementerian Perhubungan yang saat ini masih dalam proses penyusunan.

Berdasarkan SE Satgas Covid-19 Nomor 12, penggunaan Genose akan diperluas pada seluruh moda transportasi. Genose dapat diterapkan sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19 sebelum keberangkatan menggunakan seluruh moda transportasi.

Diwartakan sebelumnya, pada Januari lalu, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, deteksi awal atau screening Covid-19 dengan menggunakan alat GeNose C19 lebih murah dibanding rapid test antibodi atau antigen yang selama ini dilakukan.

Dengan menggunakan alat buatan Universitas Gadjah Mada tersebut untuk rapid tes Covid-19, seseorang hanya membayar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000.

“Kalau ini dilakukan untuk keperluan rapid test orang per orang kisaran Rp 15.000-Rp 25.000. Jadi lebih murah dibandingkan rapid test,” kata Bambang dalam konferensi pers, Kamis (7/1/2021).

Menurutnya, harga itu diperoleh melalui perhitungan tim. Alat GeNose dibanderol Rp 62 juta per unit dan bisa digunakan hingga 100.000 kali. Setelah dipakai 100.000 kali, GeNose bisa digunakan kembali dengan dilakukan sedikit perbaikan.

Dengan demikian, sambungnya, per pemeriksaan hanya dikenakan Rp 600. Namun, ada plastik yang dipakai sebagai media embusan napas dan eva filter untuk menyaring agar virus tidak masuk ke dalam mesin. Setelah dihitung, biaya untuk diperiksa dengan GeNose sekitar Rp 15.000 hingga Rp 25.000.

Bambang juga memastikan bahwa GeNose C19 merupakan alat screening cepat untuk mendeteksi Covid-19. Ia menegaskan, alat tersebut bukan untuk mendiagnosis seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Selengkapnya...

Terkait

Back to top button